Analisis Perancangan dan Kelayakan Usaha Air Minum Pesantren-X di Kabupaten Cirebon
Abstract
Pesantren-X merupakan salah satu pesantren yang terletak di Kabupaten Cirebon memiliki masalah tingginya kebutuhan terhadap produk air minum. Peningkatan kebutuhan air minum membuat pesantren mempertimbangkan untuk membangun pabrik air minum sendiri sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan maklun. Pesantren-X saat ini sudah menjual merek dagangnya sendiri, namun masih bergantung pada pasokan dari perusahaan maklun. Perkiraan permintaan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi di Kabupaten Cirebon membuat usaha air minum Pesantren-X perlu memproduksi lebih banyak produknya. Jika memiliki pabrik air minum sendiri, maka diharapkan pasokan air minum dapat lebih cepat tersedia dan mengurangi biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan dan analisis kelayakan usaha air minum Pesantren-X di Kabupaten Cirebon. Dalam perencanaan perancangan pabrik air minum Pesantren-X ada lima aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek pasar, aspek teknis dan operasional, aspek legal, aspek lingkungan, dan aspek keuangan. Berdasarkan hasil perancangan dan analisis kelayakan, nilai NPV yang diperoleh dengan menggunakan MARR sebesar 11,23% adalah Rp 136.774.522.024, nilai IRR yang diperoleh sebesar 80,60%, dan payback period selama 0,28 tahun.
Kata kunci— AMDK, analisis kelayakan usaha, pesantren.
References
A. Manap, “Kemenag Dorong Pesantren Bentuk Badan Usaha untuk Kemandirian Ekonomi,” Internet: https://jabar.nu.or.id/nasional/kemenag-dorong-pesantrenbentuk-badan-usaha-untuk-kemandirian-ekonomi-7CHNl, Sep 24, 2024 [Feb. 19, 2025]
Purnama, T.,dkk. (2024, Jul.). “Pentingnya Minum Air Putih Bagi Kesehatan Tubuh Pada Siswa” Jurnal Mahasiswa Ilmu Farmasi dan Kesehatan. [Online]. 2(3). Available: https://doi.org/10.59841/jumkes.v2i3.
Dyah Suryani, Mufrodi, Z. ., & Rustiawan, A. (2019, Aug.). “Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Pada Mahasiswa”. Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat. [Online]. 4(2), pp 55–63. Available: https://doi.org/10.31943/afiasi.v4i2.55
BPS. “Persentase Rumah Tangga Berdasarkan Sumber Air Minum”. Internet: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YzBaMlduSlFVbTVrUnpWeU9YRTJka0pVTTFkU1FUMDkjMyMwMDAw/distribusi-persentase-rumah-tangga-menurut-provinsi-dan-sumber-air-minum.html, Feb 15, 2024 [Feb. 20, 2025]
Fasa, A.S., dkk. (2023, Feb.). “Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Bersih Domestik di Kabupaten Cirebon”. [Online]. 4(2). Available: https://doi.org/10.35138/geoplanart.v4i2.535
Kasmir & Jakfar. (2015). Studi Kelayakan Bisnis (Edisi Revisi). Jakarta: Prenada Media Group, 2015.
. Chumaidiyah, E. Analisis dan Perancangan Perusahaan Jilid 1: Studi Kelayakan Peluang Bisnis Digital dan Studi Pasar. 2021.
Heizer & Render. (2015). Principles of Operations Management.
Kotler, P., & Keller, K.L. (2022). Marketing management (15th ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.
Munir, M., dkk. (2019). “Studi Kelayakan Bisnis Dalam Aspek Lingkungan Hidup”. [Online]. 3(2). Available; https://doi.org/10.33507/lab.v4i01
Sufa, M.F. (2007). “Analisis sensitivitas pada keputusan pembangunan meeting hall untuk minimasi resiko investasi”. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 5(3), pp 97-105. Available: https://doi.org/10.23917/jiti.v5i3.1597



