Perancangan Lengan Prostesis untuk Penyandang Tunadaksa Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD)

Authors

  • Dimas aria Putra Hartono
  • Ilma Mufidah
  • Agus Kusnayat

Abstract

Penyandang tunadaksa dengan keterbatasan fungsi lengan sering mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Ketergantungan pada satu lengan yang masih berfungsi menyebabkan distribusi beban kerja tubuh menjadi tidak seimbang dan berpotensi menimbulkan kelelahan otot serta gangguan muskuloskeletal. Kondisi ini menunjukkan perlunya alat bantu yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna, khususnya dari aspek kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan keseimbangan beban kerja. Penelitian ini bertujuan merancang konsep lengan prostesis yang dapat mendukung aktivitas harian penyandang tunadaksa sekaligus mengurangi beban kerja berlebih pada lengan dominan. Metode Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan pengguna (Voice of Customer) ke dalam spesifikasi teknis perancangan. Tahapan penelitian meliputi observasi aktivitas harian, wawancara, pengisian kuesioner Nordic Body Map untuk mengidentifikasi keluhan fisik, serta pengukuran antropometri sebagai dasar penentuan dimensi desain. Data dianalisis melalui penyusunan House of Quality (HoQ) untuk menentukan prioritas teknis perancangan. Hasil penelitian menghasilkan konsep lengan prostesis dengan fokus pada bobot ringan, kenyamanan, kemudahan pemasangan, serta ketahanan untuk aktivitas harian ringan.

Kata kunci— House of Quality (HoQ), Lengan Prostesis, Quality Function Deployment (QFD), Tunadaksa

References

A. Halim, “Persamaan Hak Bagi Penyandang Disabilitas untuk Mendapatkan Pekerjaan Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas,” 2021.

Akao, Quality Function Deployment, 2004.

BPS, “Statistik Penyandang Disabilitas di Kota Bandung,” 2024. [Online]. Available: https://bandungkota.bps.go.id/id/statistics-table/2/Mjc1NyMy/statistikpenyandang-disabilitas-di-kota-bandung.html

R. Brack and E. H. Amalu, “A review of technology, materials and R&D challenges of upper limb prosthesis for improved user suitability,” Journal of Orthopaedics, vol. 23, pp. 88–96, 2021, doi: 10.1016/J.JOR.2020.12.009.

R. G. Budynas and J. K. Nisbett, Shigley’s Mechanical Engineering Design, 10th ed. 2015.

B. Chavan and S. Mehta, “Classificatory systems and disability,” Indian Journal of Social Psychiatry, vol. 34, no. 5, p. 86, 2018, doi: 10.4103/ijsp.ijsp_33_18.

L. Cohen, Quality function deployment: how to make QFD work for you. Addison-Wesley, 1998.

IEA, “What Is Ergonomics (HFE)?,” 2023. [Online]. Available: https://iea.cc/about/what-isergonomics/.

I. Kuorinka et al., “Standardised Nordic questionnaires for the analysis of musculoskeletal symptoms,” Applied Ergonomics, vol. 18, no. 3, 1987, doi: 10.1016/0003-6870(87)90010-X.

K. Østlie, R. J. Franklin, O. H. Skjeldal, A. Skrondal, and P. Magnus, “Musculoskeletal pain and overuse syndromes in adult acquired major upperlimb amputees,” Archives of Physical Medicine and Rehabilitation, vol. 92, no. 12, 2011, doi: 10.1016/j.apmr.2011.06.026.

R. U. Raut, S. S. Thakre, and S. B. Thakre, “The impact of physical disability on activities of daily living of physically disabled persons attending tertiary care centre of Nagpur using Barthel’s scale: a cross-sectional study,” International Journal Of Community Medicine And Public Health, vol. 7, no. 4, p. 1571, 2020, doi: 10.18203/2394-6040.ijcmph20201476.

Tarwaka, L. Sudiadjeng, and S. H. A. Bakri, Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas, vol. 323, 2004.

WHO, The Burden Of Musculoskeletal Conditions At The Start Of The New Millenium, 2003.

WHO, World Report on Disability 2011, World Health Organization, 2011.

Published

2026-07-01

Issue

Section

Prodi S1 Teknik Industri