Perancangan Strategi Mitigasi Risiko Pada Proses Produksi Tahu Menggunakan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) Pada IKM Pabrik Tahu Kartika

Authors

  • Muhammad Fathur Rahman
  • Tiara Verita Yastica
  • Budi Praptono

Abstract

Industri Kecil dan Menengah (IKM) pada sektor pengolahan pangan memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai permasalahan operasional, khususnya terkait kualitas produk. IKM Pabrik Tahu Sartika sebagai salah satu produsen tahu berbasis kedelai mengalami tingkat produk cacat (defect) yang melebihi batas toleransi ideal industri pangan, sehingga berdampak pada pemborosan bahan baku, penurunan nilai jual produk, serta potensi ketidakpuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko dan penyebab risiko pada proses produksi tahu, menentukan prioritas risiko yang paling berpengaruh terhadap terjadinya defect, serta merancang strategi mitigasi risiko yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis akar penyebab risiko secara sistematis dan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dengan prioritas tertinggi adalah risiko kayu bakar kurang atau tidak tersedia dengan nilai RPN sebesar 508,4 yang termasuk dalam kategori risiko sangat tinggi (very high). Berdasarkan hasil analisis tersebut, dirancang sebanyak 25 usulan strategi mitigasi risiko yang difokuskan pada pengendalian penyebab utama kegagalan proses, mencakup aspek bahan baku, peralatan, proses produksi, dan kebersihan. Implementasi usulan mitigasi ini diharapkan dapat menurunkan potensi terjadinya defect, meningkatkan stabilitas proses produksi, serta menjaga konsistensi kualitas produk tahu secara berkelanjutan.

 

Kata kunci— Risiko, Manajemen Risiko, FMEA, FTA

References

Arifudin, O., Wahrudin, U., & Rusmana, F. D. (2020). Manajemen risiko. Widina Bhakti Persada.

Fahmi, I. (2010). Manajemen risiko: Teori, kasus, dan solusi. Alfabeta.

Gaspersz, V. (2013). Total quality management. PT Gramedia Pustaka Utama.

Dewi, S. K., & Purnomo, A. (2022). Analisis Penyebab Produk Cacat dan Strategi Perbaikan. Jurnal Teknik Industri, 14(2), 112-125.

Hidayat, A., & Sari, M. (2022). Analisis Pertumbuhan Ekonomi pada Sektor Industri Pengolahan Pangan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(2), 45-58.

Huda, N., dkk. (2021). Penerapan Metode FMEA Berdasarkan Penilaian Gasperz. Jurnal Manajemen Operasional, 9(1), 50-62.

International Organization for Standardization. (1999). ISO 2859-1: Sampling procedures for inspection by attributes—Part 1: Sampling schemes indexed by acceptance quality limit (AQL) for lot-by-lot inspection. ISO.

IPQI. (2024). Panduan lengkap: Membuat fishbone diagram untuk identifikasi masalah. https://ipqi.org/panduan-lengkap-membuat-fishbone-diagram-untuk-identifikasi-masalah/

Krisnaningsih, E., Gautama, P., & Syams, M. F. K. (2021). Usulan perbaikan kualitas dengan menggunakan metode FTA dan FMEA. Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu, 4(1), 41–54.

Kusuma, M. Y., Rolliawati, D., & Nooriansyah, S. (2024). Penerapan metode failure mode and effect analysis (FMEA) dan Six Sigma. Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK), 3(2), 238–248.

Mayastika Sinaga, E. (2022). Buku ajar manajemen risiko. PT Inovasi Pratama Internasional.

Khan, R., et al. (2021). Risk Management in Industrial Systems. International Journal of Risk Assessment

Mayzura, V. I., Mubarok, A. S. F. Q. R., & Kusuma, B. A. W. (2024). Analisis pengendalian mutu produk red snapper fillet menggunakan seven tools. Industri Inovatif: Jurnal Teknik Industri ITN Malang, 1–11.

McDermott, R. E., Mikulak, R. J., & Beauregard, M. R. (2009). The basics of FMEA (2nd ed.). Productivity Press.

Montgomery, D. C. (2020). Introduction to statistical quality control (8th ed.). Wiley.

McDermott, R. E., et al. (2009). The Basics of FMEA. Productivity Press.

Nugroho, D. H., Zaman, M., & Zamhari, M. (2024). Manajemen industri (ISO/TQC). Widina Bhakti Persada.

Purwanto, Y. A., & Weliana. (2018). Kualitas tempe kedelai pada berbagai suhu fermentasi. Jurnal Teknologi Pertanian, 9(2), 45–53.

Robecca, J., & Pasaribu, M. V. D. (2019). Metode failure mode and effect analysis untuk mengurangi cacat produk. Inaque: Journal of Industrial and Quality Engineering, 7(2), 117–125.

Safitri, M. S., Anwar, C., & Muliasari, I. (2021). Analisis pengaruh biaya kualitas terhadap produk cacat (studi kasus pada PT XYZ Aspal tahun 2018–2020). Jurnal Akuntansi, Perpajakan dan Auditing, 2(3), 695–709.

Standar Nasional Indonesia. (2018). SNI 3142: Tahu. Badan Standardisasi Nasional.

Taufik. (2022). Pengendalian kualitas produk perlengkapan kamar mandi (sanitary accessories) menggunakan metode DMAIC (1st ed., Bab 11, hlm. 191). Pascal Books.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Wibowo, D. R. (2023). Upaya peningkatan efektivitas mesin menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE) dan failure mode and effect analysis (FMEA).

Published

2026-07-01

Issue

Section

Prodi S1 Teknik Industri