Analisa Kinerja Sistem Komunikasi Optik Jarak Jauh Dengan Teknologi Dwdm Dan Penguat (edfa)

Winda Friandawa, Akhmad Hambali, Afief Dias Pambudi

Abstract

Komunikasi optik jarak jauh menyebabkan berkurangnya daya yang diterima pada sisi penerima, hal ini disebabkan oleh adanya dispersi dan redaman lainnya. Oleh karena itu, untuk mengoptimalisasi daya yang diterima pada sisi penerima digunakan sebuah penguat agar pada sisi penerima sinyal yang dikirimkan dapat diterima dengan baik. Pada Tugas Akhir ini, akan dilakukan pemodelan dan simulasi link DWDM menggunakan software Optisystem 7.0, kemudian akan dilakukan tiga skema yang ada pada erbium doped fiber amplifier (EDFA) tanpa menggunakan Dispersion Compensation Fiber. Tiga skema EDFA yaitu, booster amplifier, In-line amplifier, dan pre amplifier. EDFA dipilih pada Tugas Akhir ini karena EDFA dapat menguatkan sinyal optic tanpa mengubahnya menjadi sinyal elektrik terlebih dahulu. Pada Tugas Akhir ini, serat optik akan diatur panjangnya setiap 2 Km. Panjang link yang digunakan yaitu 72 Km, 142 Km dan 396 Km, bitrate yang digunakan yaitu 10 Gbps dan 40 Gbps, format modulasi yang digunakan yaitu NRZ dan RZ. Selanjutnya, hasil dari simulasi akan dilihat nilai dari Q faktor dan BER masing-masing skema EDFA, sehingga didapatkan nilai yang terbaik dari ketiga skema EDFA yang digunakan . Dari hasil analisa yang dilakukan, penguat (EDFA) memiliki korelasi terhadap kinerja sistem DWDM ini, dimana didapatkan skema booster amplifier yang terbaik diantara ketiga skema EDFA yang ada karena pada skema booster amplifier Q faktor bernilai paling maksimal yaitu sebesar 7.70079 dan BER yang bernilai paling optimal yaitu sebesar 5.58823×10-15 yang terjadi pada saat kondisi panjang link 72 Km, bitrate 10 Gbps dan line coding RZ.

Kata Kunci: DWDM, EDFA, Q Faktor, BER.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0