Deteksi Mata Katarak Menggunakan Metode Transformasi Hough Berbasis Android

Rizkia Dwi Auliannisa, Fiky Yosef Suratman, Achmad Rizal

Abstract

Seiring usia, fleksibilitas mata mengalami penurunan, begitpula dengan ketebalan dan kejernihan mata. Lensa terdiri dari air dan serat protein. Dengan bertambahnya usia, komposisi mata mengalami perubahan dan struktur serat protein mengalami penurunan. Beberapa serat protein akan menggumpal dan menyebabkan noda pada lensa mata. Banyak kasus mata katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata Anda pada awalnya. Katarak biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal kondisi ini hanya akan mempengaruhi sebagian kecil bagian dari lensa mata anda dan mungkin saja tidak akan mempengaruhi pandangan. Saat katarak tumbuh lebih besar maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke mata. Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan. Ketika hal ini sangat mengganggu aktivitas keseharian, maka operasi merupakan prosedur yang dibiutuhkan. Pada tugas akhir ini akan menggunakan metode Transformasi Hough. Metode tersebut akan mengekstrasi ciri pada citra untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pengujian. Kemudian menggunakan K-Nearest Neighbor sebagai pengklasifikasi citra dengan parameter uji titik pusat dan skala keabuan. Akurasi yang dihasilkan adalah sebesar 85,18%. Hal ini menujukkan bahwa transformasi hough dapat membantu proses segmentasi citra untuk pendeteksian mata katarak.

Kata kunci : Hough Transform, k-nearest neighbor, catarct, circle detection.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0