Studi Eksperimental Kelayakan Sistem Induksi Medan Magnet Dengan Metode Induced Current Electrical Impedance Tomography (iceit) Pada Bahan Non-feromagnetik

Diah Ayu Sitoresmi, Dudi Darmawan, Reza Fauzi Iskandar

Abstract

Proses identifikasi dilakukan untuk mendeteksi dan mengevaluasi terhadap ketidakhomogenan atau anomali tanpa merusak objek uji secara langsung. Salah satu indikator adanya anomali adalah ketidakhomogenan parameter fisis objek uji. Proses identifikasi dengan metode NDT dilakukan melalui penentuan parameter fisis melalui metode ICEIT. Dengan menggunakan metode ICEIT diharapkan mampu mengatasi persoalan ill-possed pada metode ACEIT. Namun pada metode ICEIT dihadapkan pada persoalan ketidakhomogenan medan magnet penginduksi. Maka diperlukan kesesuaian parameter fisis sistem induksi medan magnet yang digunakan.

Perancangan model sistem induksi medan magnet metode ICEIT dilakukan untuk mendapatkan data potensial boundary batas tepi objek uji yang mencerminkan data resistivitas. Berdasarkan hasil eksperimen pengujian menunjukkan bahwa penentuan parameter fisis menghasilkan data pengukuran potensial boundary layak terukur dengan alat ukur standar laboratorium. Validasi data dilakukan dengan perbandingan data hasil pengukuran dengan data hasil simulasi. Parameter fisis sistem induksi medan magnet yang paling efektif ditentukan oleh frekuensi ð‘“ = 10 ð¾ð»ð‘§, sumber arus listrik ð¼0 = 3,7 ð‘šð´ð‘ð‘, dan jumlah lilitan koil penginduksi ð‘ =

600 lilitan. Tingkat akurasi (error) data pada objek uji homogen adalah 3,61 % dan anomali adalah 4,41 %. Sehingga data pengukuran potensial boundary hasil eksperimen dapat dilakukan rekonstruksi citra tomografi untuk proses identifikasi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.