Analisis Dan Simulasi Pengaruh Dispersion Compensating Fiber Pada Link Optik Berdasarkan Jarak Dan Bit Rate

Ade Rizki Ginanjar, Akhmad Hambali, Muhammad irfan Maulana

Abstract

Dispersi merupakan salahsatu faktor yang menurunkan performansi dari komunikasi serat optik. Dispersi kromatik adaah dispersi yang disebabkan oleh perubahan propagasi komponen frekuensi tertentu yang terkandung dalam pulsa optik yang menyebabkan pelebaran pulsa optik[6]. Salahsatu solusi yang digunakan untuk menanggulagi pelebaran pulsa adalah dengan menggunakan Dispersion Compensating Fiber (DCF). Penelitian penggunaan DCF ini sudah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti salah satuya adalah dengan menggunakan DCF skema Pre Compensation dan post compensation yang menghasilkan BER yang sangat baik[4]. Pada penelitian ini menggunakan jarak 150 km, 500 km, 1000 km dengan menggunakan bit rate 10 Gbps dan 40 Gbps dan menggunakan multipleksing DWDM dengan menggunakan skema DCF yaitu Mix- Compensation. Hasil akhir pada penelitian ini adalah optimasi pada link optik dengan jarak 150 km dengan bit rate 10 Gbps performansi link optik sudah layak tanpa menggunakan kompensator dispersi dengan Q-factor rata- rata = 11,717374, sementara pada bit rate 40 Gbps dengan kompensator DCF terjadi kenaikan performansi dari link optik yaitu nilai Q-factor rata- rata= 6,6431275. Jarak 500 km dengan bit rate 10 Gbps dengan kompensator DCF terjadi kenaikan performansi link optik dari nilai Q-factor rata- rata= 2,2341275 menjadi = 9,8901175. Pada bit rate 40 Gbps performansi link optik dari Q-fator rata- rata= 1,022676 menjadi = 3,3668025. Dan untuk jarak 1000 km sebelum dan setelah menggunakan kompensator dispersi DCF semua kanal baik dengan bit rate 10 Gbps ataupun 40 Gbps menghasilkan nilai Q- factor = 0. Nilai Q-factor optimal pada bit rate 10 Gbps maksimal 500 km, sementara pada bit rate 40 Gbps maksimal 80 km. Kata Kunci DCF, BER, Q-Factor, DWDM, Bit rate, Jarak

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :-1