Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Pada Dinas Koperasi Dan Ukm Di Kabupaten Majalengka Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard

Authors

  • Amelia Rengganis Telkom University
  • Budhi Yogaswara Telkom University
  • Rosad Hadi Telkom University

Abstract

Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Majalengka memiliki visi yang sama yaitu terwujudnya koperasi dan UMKM menjadi pelaku utama dalam perekonomian kerakyatan. Namun dalam kenyataannya dinas tidak memiliki penilaian kinerja untuk UKM sehingga dinas tidak dapat mengelola UKM dengan baik. Penelitian yang dilakukan adalah untuk merancang pengukuran kinerja UKM dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Pengukuran kinerja balanced scorecard terdiri dari empat perspektif yaitu perspektif financial, perspektif customer, perspektif bisnis internal, dan perspektif learning and growth. Tahapan penyelesaian yang dilakukan adalah menentukan sasaran strategi berdasrkan visi misi dan setelah sasaran strategi didapatkan maka akan mendapatkan indikator kinerja. Setelah indikator kinerja diketahui maka melakukan perhitungan pembobotan untuk mengetahui indikator mana yang lebih penting. Setelah melakukan perhitungan pembobotan didapatkan bahwa perspektif financial mendapatkan nilai 21.1% , perspektif customer 22.2% , perspektif bisnis internal 37.9% , perpektif learning and growth 19% . Perspektif bisnis internal memiliki bobot tertinggi artinya adalah bahwa perspektif bisnis internal lebih penting dibandingkan perpektif yang lain. Kata Kunci : Indikator Kinerja, UKM dan Balanced Scorecard

Downloads

Published

2017-12-01

Issue

Section

Program Studi S1 Teknik Industri