Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Caulking Pada Lini Produksi 6 Menggunakan Metode Cost Of Unreliability (Cour) Dan Risk Based Maintenance (Rbm) (Studi Kasus: Pt Dns)

Revy Desfriansyah, Endang Budiasih, Judi Alhilman

Abstract

Abstrak PT DNS adalah salah satu perusahaan pembuat komponen otomotif. Salah satu komponen yang dibuat oleh PT DNS adalah Spark plug atau biasa disebut busi. Spark plug adalah sebuah media yang digunakan untuk proses pembakaran bahan bakar pada mesin bermotor. Tanpanya kendaraan bermotor dipastikan tidak bisa berfungsi. Agar dapat bersaing ketat dengan perusahaan lainnya PT DNS harus meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan produksinya agar demand yang harus dipenuhi setiap harinya tercapai dengan baik dengan menggunakan beberapa mesin produksi, perusahaan harus selalu mengkontrol dan mempersiapkan kesiapan mesin-mesinnya dengan melakukan kegiatan preventive maintenance dan corrective maintenance. Salah satu mesin yang sangat penting dan harus banyak dikontrol adalah mesin caulking karena kegiatan produksi harus melalui mesin ini agar busi tidak mengalami kebocoran. Lalu salah satu cara untuk mengetahui konsekuensi dan risiko yang dihasilkan dari kerusakan mesin caulking yaitu dengan menggunakan metode RBM dan untuk menentukan berapa besar biaya yang dihasilkan akibat ketidakhandalan sistem diperlukan metode COUR.

Berdasarkan perhitungan COUR didapatkan biaya yang disebabkan oleh ketidakhandalan sistem sebesar Rp. 2.612.857.012 berdasarkan active repair time dan Rp. 2.906.982.097 berdasarkan pada downtime. Dan dari perhitungan RBM didapatkan nilai konsekuensi dan risiko sebesar Rp. 788.679.691 dengan persentase sebesar 2,270%. Risiko ini sudah melewati kriteria penerimaan risiko yang sudah ditentukan perusahaan yaitu 1% pada mesin caulking lini ke 6.

Kata kunci : Corrective maintenance, Preventive maintenance, COUR, RBM, Spark plug Abstract PT DNS is one of the makers of automotive components. One of the components made by PT DNS is Spark plug. Spark plug is a tool for the combustion of fuel in a motor engine. Without which the motor vehicle was ensured could not function. In order to compete with other companies PT DNS should increase the affectiveness and efficiency of activities of its production so that demand to be met every day the accomplished well with using some of the production machine, the company must always control the readiness of its engines and prepare to do the activities of preventive maintenance and corrective maintenance. One of the machines that are very important and should be a lot of controlled is caulking machine because production has to go through this machine so that the plugs do not leak. Than one of the ways to know the consequences and risk resulting from damage to the caulking machine by using RBM method and to rate how much the costs generated by the issue of unreliability the system required a method of COUR

From the results of the data processing is carried out, for the calculation of the Cost of Unreliability is obtained the cost caused by unreliability Rp. 2.612.857.012 system based on active repair time and Rp. 2.906.982.097 based on downtime. Whereas the calculation of Risk Based Maintenance brings about consequences and risk value of Rp. 788.679.691 with a percentage of 2,270%. This risk had passed the risk acceptance criteria already determined the company is 1% on the 6th line of Caulking machine.

Keywords : Corrective maintenance, Preventive maintenance, COUR, RBM, Spark plug

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0