Analisis Simulasi Sistem Ng-pon2 Dengan Konsep Olt Tx Dan Rx Menggunakan Semiconductor Optical Amplifier (soa)

Najib Asqolani Akbar, Akhmad Hambali, Brian Pamukti

Abstract

Keterbatasan bandwidth merupakan salah satu permasalahan pada teknologi GPON. Pengembangan teknologi ini terus dilakukan hingga ditemukannya teknologi NG-PON2. NG-PON2 merupakan teknologi yang menggunakan Time and Wavelength Division Multiplexing (TWDM) sebagai solusi utamanya karena mampu meningkatkan bandwidth hingga 40 Gbps.

 

Pada Tugas Akhir ini, dilakukan perancangan dan simulasi jaringan bidirectional menggunakan penguat SOA. Digunakannya empat stacking Optical Line Termination (OLT). Bitrate yang digunakan adalah 10 Gbps untuk downstream dan 2,5 Gbps untuk upstream. Jenis penempatan penguat SOA adalah booster amplifier pada arah downstream dan pre-amplifier pada arah upstream.

Berdasarkan dari hasil simulasi, didapatkan bahwa semua nilai parameter performansi berada pada standarnya masing-masing setelah digunakan penguat SOA yaitu pada -28 dBm sampai dengan -7 dBm. Pengaruh pada Power Received adalah meningkakan nilai Power Received yang tanpa menggunakan penguat pada tiap panjang link yang digunakan. Sedangkan pengaruh pada OSNR adalah adanya ketidaklinieran penguatan daya sinyal dan daya noise pada arah downstream yang membuat menurunnya nilai OSNR setelah digunakannya penguat, walaupun masih berada diatas standar OSNR yaitu minimal 30 dBm. Sedangkan pengaruh pada nilai Q-Factor meningkatkan Q-Factor secara efektif yaitu di atas nilai 6 yang membuat nilai Q-Factor dari tiap kanal dinyatakan ideal untuk dijadikan link komunikasi. Sedangkan pengaruh pada nilai BER adalah sama seperti Q -Factor, yang membuat peningkatan dan mengangkat nilainya menjadi di atas standar untuk NG-PON2 yaitu 10-9 karena nilai BER mengikuti nilai Q-Factor-nya. Jarak terjauh yang dapat digunakan setelah menggunakan penguatSOA adalah 65 km.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0