Analisis Peformansi QoS pada EasyRTC menggunakan Algoritma Distribution Hash Table

Authors

  • Fadma Sari Y.E.G. Telkom University
  • Dodi Wisaksono Sudiharto Telkom University
  • Setyorini Setyorini Telkom university

Abstract

Komunikasi audio/video melalui internet memiliki kemungkinan latency yang tinggi dan rendahnya downlink goodput yang disebabkan karena pembatasan QoS oleh provider. Permasalahan tersebut dapat diatasi, salah satunya dengan menggunakan jaringan peer-to-peer, sebab jaringan ini dapat melakukan mekanisme perutean yang efisien seperti penyambungan, pemisahan maupun client routing. Namun jaringan peer-to-peer rentan terhadap attacker. Sehingga pada jaringan peer-to-peer secara umum, dilengkapi dengan fitur pertahanan seperti dengan menggunakan Algoritma DHT (Distribution Hash Table). Pada jaringan peer-to-peer yang lebih maju, algoritma yang digunakan umumnya adalah Kademlia yang masih termasuk turunan DHT. Kademlia menjadi fitur pertahanan jaringan peer to peer yang populer karena dianggap memiliki overhead yang relatif kecil dibandingkan algoritma lama, yaitu Chord. Di samping itu, dengan kemajuan teknologi web, melahirkan suatu framework yang dapat digunakan untuk melakukan hubungan komunikasi audio/video. Hal ini dimungkinkan lantaran adanya teknologi web socket yang dikembangkan pada framework EasyRTC. API (Application Programming Interface) pada EasyRTC dapat digunakan sebagai fitur untuk membentuk jaringan peer-to-peer berbasis web menggunakan Node.js. Namun kesulitan implementasi peer-to-peer berbasis web adalah pada proses signalling bilamana proses tersebut perlu menerapkan algoritma Kademlia. Pada studi ini diimplentasikan suatu komunikasi audio/video berbasis EasyRTC pada jaringan peer-to-peer dengan fitur Kademlia dan membandingkannya dengan komunikasi audio/video berbasis EasyRTC pada jaringan peer-to-peer tanpa fitur Kademlia. Kata kunci : QoS, EasyRTC, kademlia, peer-to-peer Abstract Audio or video communication via internet has possibility of high latency and low downlink goodput due to restrictions of QoS by the provider. These problems can be overcome by using a peer-to- peer network, because this network can perform efficient routing mechanisms such as join, leave and client routing. Peer-to-peer networks also has some vulnerablelity for attackers, so that in peer-to-peer networks in general, equipped with defense features such as using the DHT Algorithm (Distribution Hash Table). On more advanced peer-to-peer networks, the algorithm used is generally the Academy which is still a DHT derivative. Academia has become a popular peer to peer network defense feature because it is considered to have relatively small overhead compared to the old algorithm, Chord. In addition, with the advancement of web technology, gave birth to a framework that can be used to connect audio / video communications. This is possible because of the web socket technology developed in the EasyRTC framework. The API (Application Programming Interface) on EasyRTC can be used as a feature to form a web-based peer-to-peer network using Node.js. But the difficulty of web-based peer-to-peer implementation is in the signaling process if the process needs to apply the Kademlia algorithm. In this study an audio / video communication was implemented based on EasyRTC on a peer-to-peer network with Kademlia features and compared it with audio / video communication based on EasyRTC on a peerto-peer network without the Kademlia feature. Keywords: QoS, EasyRTC, kademlia, peer-to-peer

Downloads

Published

2018-12-01

Issue

Section

Program Studi S1 Informatika