Algoritma Routing Aodv Manet-dtn Untuk Komunikasi Bencana

Danastri Ratna Nursanti Dewi, Lenna Vidya Yovita, Ridha Muldina Negara

Abstract

Abstrak Kemampuan Mobile Ad Hoc Network (MANET) dalam melakukan self-configure dan membentuk mobile mesh menggunakan jalur nirkabel dapat digunakan pada kondisi yang ekstrem, seperti kondisi pada daerah akibat bencana. Salah satu routing yang digunakan dalam MANET adalah routing AODV. Routing AODV adalah salah satu routing reaktif yang diperlukan ketika ada permintaan untuk mengirim data. Namun dalam implementasi pada kondisi bencana, routing AODV memiliki kelemahan yaitu rentan terhadap kondisi lingkungan yang sangat ekstrim. Maka dapat mengganggu proses kerja sistem jaringan dan menghambat waktu dalam pengiriman pesan. Dalam penelitian ini akan dirancang komunikasi yang toleransi terhadap gangguan akibat bencana yaitu MANET AODV-DTN. Dengan sistem ini nilai parameter Probability Delivery Ratio (PDR) dapat meningkat yang dibuktikan dengan pengujian modifikasi variable jumlah node menjadi sebesar 0.431 %, meningkatkan average delay sebesar 37.5 %, dan menjadikan konsumsi energi yang dihasilkan meningkat sebesar 0.170 %. Begitu juga dengan pengujian modifikasi variable kecepatan diperoleh PDR 0.482 %, meningkatkan average delay sebesar 70.54 % dan konsumsi energi meningkat 0.167 %. Modifikasi variable ukuran buffer diperoleh hasil PDR 0.729 %, meningkatkan average delay 39.39 % dan konsumsi energi meningkat 0.161 %. Dari data tersebut didapatkan hasil bahwa MANET routing AODV-DTN lebih baik dibandingkan dengan MANET routing AODV. Kata kunci: MANET, AODV, DTN, bundle, average delay Abstract Mobile Ad Hoc Network (MANET) has ability to self -configure and establish a mobile mesh using wireless lines that can be used in extreme conditions, such as conditions in areas affected by disasters. One of the routings in MANET is AODV routing. AODV is one of the reactive routing needed to send data. However, in the implementation of disaster conditions, AODV has weaknesses that are vulnerable to extreme environmental conditions. Then can occur in the process and changes in message delivery. In this study, communication will be designed that leads to disruption due to disaster, namely MANET AODV-DTN. With this system the Probability Delivery Ratio (PDR) parameter value can be increased as evidenced by the variable modification of the number of nodes to be 0.431%, reducing the average delay by 37.5%, and producing the energy consumption increased by 0.170%. Likewise with the variable modification of speed obtained by PDR 0.482%, reducing the average delay by 70.54% and energy consumption increased by 0.167%. Modification of buffer size variables obtained 0.729% PDR results, reducing the average delay of 39.39 % and energy consumption increased by 0.161%. From these data, MANET AODV-DTN is better than MANET AODV. Keywords: MANET, AODV, DTN, bundle, average delay

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0