Analisis Performansi Mimo Spatial Diversity Pada Free Space Optic Communication Dalam Kondisi Cuaca Buruk

Boby Samuel Aritonang, Sugito Sugito, Desti Madya Saputri

Abstract

Abstrak FSO konvensional mengadopsi prinsip teknik SISO ( Single Input Single Output ) dimana satu transmitter hanya untuk satu receiver saja. Penelitian dalam tugas akhir ini akan mencoba untuk menerapkan teknik MIMO spatial diversity pada sistem FSO guna meningkatkan kinerjanya dalam kondisi cuaca sangat ekstrim. Dari hasil simulasi performansi, sistem SISO tidak mampu mendapatkan nilai BER < 1x10-9 bahkan jika laser memancarkan daya hingga sebesar 5W. Pada MIMO 2x2 diperoleh Pt sebesar 90 mW, MIMO 2x3 sebesar 70 mW, MIMO 2x4 sebesar 70 mW, MIMO 3x2 sebesar 30 mW, MIMO 3x3 sebesar 30, MIMO 3x4 sebesar 20 mW, MIMO 4x2 sebesar 20 mW, MIMO 4x3 sebesar 10 mW dan MIMO 4x4 sebesar 8 mW. Nilai Pt efektif tersebut adalah daya yang harus dipancarkan setiap laser untuk mencapai BER < 1 x10-9 . Konsumsi daya paling kecil adalah pada sistem MIMO 4x4 yaitu 32 mW. Nilai Pt hasil simulasi ini hanya berlaku untuk jarak transceiver sejauh 1 km. Penambahan jarak antar tranceiver mungkin akan membuat nilai Pt lebih besar. Kata kunci : Free Space Optic, MIMO, Spatial Diversity, BER Abstract The conventional FSO adopts the principle of SISO (Single Input Single Output) technique where one transmitter is for one receiver only. Research in this final project will try to apply MIMO spatial diversity technique to FSO system to improve its performance in bad weather conditions. From the performance simulation results, the SISO system is unable to get the value of BER <1 x10-9 even if the laser emits power up to 5W. In MIMO 2x2 obtained Pt of 90 mW, MIMO 2x3 of 70 mW, MIMO 2x4 of 70 mW, MIMO 3x2 of 30 mW, MIMO 3x3 of 30, MIMO 3x4 by 20 mW, MIMO 4x2 by 20 mW, MIMO 4x3 by 10 mW and 4x4 MIMO of 8 mW. The effective Pt value is the power that each laser must emit to reach BER <1 x10-9 . The smallest power consumption is on the 4x4 MIMO system which is 32 mW. Those Pt value is only valid for transceiver distance as far as 1 km. Increasing the distance between the tranceiver will probably make the value Pt larger.. Keyword : PAPR, PTS, SLM

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0