Analisis Kinerja Proyek Dengan Metode Earned Value Management Pada Proyek Shutdown Sto Kecamatan Tanjungsari

Adelia Widiningrum, Imam Haryono, Devi Pratami

Abstract

Abstrak— Proyek Shutdown STO Tanjungsari adalah proyek modernisasi jaringan fiber optik dengan melakukan shutdown Sentral Telepon Ostomat (STO) di 334 lokasi di Kecamatan Tanjungsari. Untuk membandingkan kinerja aktual dalam hal lingkup, jadwal dan biaya terhadap perencanaan untuk membuat keputusan yang tepat dalam status dan kinerja proyek dibutuhkan pengendalian dengan menggunakan metode Earned Value Management karena dapat mengintegrasikan ketiga hal tersebut. Status dan indeks kinerja proyek pada hari kalender proyek ke dua puluh dua menyatakan bahwa proyek mengalami keterlambatan yang merugikan proyek sebesar Rp. 2,680,000.00 dengan keterlambatan proyek 98% dari perencanaan dan proyek mendapatkan overruns anggaran sebesar 94% dari nilai yang telah dikeluarkan proyek pada periode tersebut dengan jumlah sebesar Rp. 7,410,000.00. Selain itu dilakukan forecasting sebagai tindakan korektif status dan kinerja proyek yang lalu. Diperkirakan durasi proyek untuk menyelesaikan pekerjaan sebesar 31 hari periode kalender proyek dengan total biaya untuk sisa pekerjaan (EAC) sebesar Rp. 140,170,00.00 dilihat dari kinerja proyek sebelumnya. Selain itu diperkirakan juga biaya total untuk sisa pekerjaan hingga proyek selesai atau ETC sebesar Rp. 7.770,000.00 dengan ukuran peramalan status proyek bersifat defisit dari nilai VAC yang dihitung sebesar (Rp. 7,410,000.00) dan proyek akan terselesaikan menurut perhitungan peramalan TCPI.

Kata kunci: Proyek Infrastruktur, Pengendalian Proyek, Earned Value Management, Kinerja Proyek, Forecasting.


Abstract— STO Tanjungsari Shutdown Project is a modernization project of fiber optic network for 334 locations in Tanjungsari Sub-district. To compare actual performance of the scope, schedule and cost with planning for making right decisions in project's status and performance, required controlling by using Earned Value Management method because it can integrate these three things. Status and index of project performance on the 22nd day indicate that project was behind schedule that caused loss revenue of Rp. 2,680,000.00 with 98% of delays from planning and project get 94% of overruns budget from issued value with amount of Rp. 7,410,000.00. In addition, forecasting is done as a corrective action of past project status and performance. It is estimated that the project duration to complete work is 31 days with total cost for the remaining work (EAC) of Rp. 140,170,00.00 from previous project performance. It is also estimated that cost for remaining work until the project is completed or ETC is Rp. 7,770,000.00 with size of the project's forecasting status is a deficit from VAC value that calculated about (Rp. 7,410,000.00) and the project will complete based on the TCPI forecasting calculation.

Keywords: Infrastructure Project, Project Control, Earned Value Management, Project Performance, Forecasting.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0