Optimalisasi Kebijakan Pengelolaan Suku Cadang Pada Alat Berat Excavator Sk200 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Inventory (studi Kasus : Po Rajawali Project)

Shabrina Fauzani, Judi Alhilman, Nurdinintya Athari

Abstract

Abstrak PO Rajawali Project merupakan salah satu perusahaan jasa perseorangan yang bergerak di bidang sewa alat berat konstruksi. PO Rajawali Project memiliki beberapa alat berat untuk disewakan, diantaranya forclift, buldozer, tandem roller, excavator, dump truck, dan crane. Diantara alat berat tersebut, excavator merupakan alat berat yang paling sering disewa. Untuk mencapai kepuasan konsumen atas jasa yang ditawarkan, maka perusahaan harus menunjang alat excavator dengan performansi kinerja mesin yang baik. Terdapat enam subsistem penyusun excavator yaitu bucket, arm, boom, cabin, upper structure, dan under carriage. Masing-masing subsistem terdiri lagi dari beberapa komponen penyusun. Suku cadang komponen memiliki peran penting dalam peningkatan kinerja sebuah mesin. Saat ini perusahaan belum memiliki sparepart management, sehingga diperlukan manajemen spareparts yang optimal agar kegiatan pemeliharaan dan operasional alat berat tidak terhambat. Yang perlu dilakukan dalam pengelolaan suku cadang yaitu pemilihan subsistem kritis menggunakan risk matrix. Berdasarkan hasil perhitungan risk matrix, terpilih tiga subsistem kritis yaitu bucket, arm, dan upper structure. Selanjutnya ditentukan pula komponen kritisnya menggunakan reliability centered spares worksheet (RCS worksheet). Hasil yang didapat berdasarkan perhitungan RCS worksheet yaitu terpilih 3 komponen kritis diantaranya komponen tooth bucket, seal arm, dan v-belt. Setelah itu, dihitung kebutuhan komponennya selama satu tahun menggunakan poisson process. Dari setiap komponen selanjutnya dilakukan perhitungan kebijakan inventory yang optimal sehingga didapat total biaya inventory yang dikeluarkan selama satu tahun sebesar Rp 16.752.771.

Kata kunci : Inventory, Risk Matrix, Reliability Centered Spares
Abstract PO Rajawali project is one of the individual service companies engaged in the sale of construction equipment. The Rajawali PO project has several heavy equipment for rent, for forklifts, bulldozers, tandem rollers, excavators, dump trucks, and cranes. Among these heavy equipment, excavators are the most commonly hired heavy equipment. To achieve customer satisfaction on the services offered, the company must support the excavator with a good engine performance. There are six subsystem of the excavator that is bucket, arm, boom, cabin, top structure, and under carriage. Each subsystem consists of several constituent components. Spare parts have an important role in the machine. Currently the company does not have sparepart management, so the optimal spare part management is required in order that activities and equipment are not hampered. The initial stage that needs to be done in the management of spare parts is the selection of critical subsystems using risk matrix. Based on the calculation of risk matrix, three critical subsystems are bucket, arm, and upper structure. Also apply critically by using spares-centered worksheets (RCS worksheets). The results obtained from the calculation of the RCS worksheet include 3 crtitical components are tooth bucket, a seal arm, and a vbelt. After that, the calculation of component requirement for one year using poisson process. From each component then done the calculation of optimal inventory policy. Total inventories incurred during one year amounted to Rp 16,752,771.

Keywords: Inventory, Risk Matrix, Reliability Centered Spares

ISSN

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :-1