Pemodelan Dan Simulasi Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue (dbd) Di Kota Bandung Menggunakan Cellular Automata

Afifah Shalihah, Budhi Irawan, Purba Daru Kusuma

Abstract

Abstrak Pemodelan dan Simulasi Penyebaran Penyakit DBD di Kota Bandung menggunakan Cellular Automata bertujuan untuk membuat pemodelan dan simulasi penyebaran penyakit, penerapan metode Cellular Automata didalam penyebaran penyakit DBD, menemukan nilai MRI yang dapat mendekati nilai RIA, dan menemukan threshold yang mendekati RIA pada setiap tahun kejadian. Penerapan Cellular Automata pada kasus penyebaran penyakit DBD akan maksimal ketika pembobotan dan model matematika ditentukan dengan pas, permasalahan ini muncul ketika hasil simulasi tidak ada yang memenuhi syarat validasi dari suatu program simulasi. Selain itu, keterbatasan resource yang diperoleh juga menjadi penghambat bagi pembuat model. Kemungkinan pada luas cell memiliki peran yang sama untuk mendapatkan hasil yang mendekati dengan keadaan aktual, seperti hasil simulasi yang sudah diperoleh dari luas cell yang berbeda tetap dapat menghasilkan program simulasi yang nilainya mendekati keadaan aktual, namun proses validasi tetap perlu dilakukan untuk memeriksa status program simulasi apakah program simulasi yang dibuat sudah valid. Tingkat kesalahan atau error rate yang dihasilkan pada kasus penyebaran penyakit DBD adalah 0.611609% dan memiliki status valid karena hasil masih dibawah 5%. Kata kunci: Cellular Automata, Pemodelan dan Simulasi, Model Matematika Abstract Modeling and Simulation Spreading Dengue Disease in Bandung City using Cellular Automata aims to make modeling and simulation of disease spread, application of Cellular Automata method in the spread of DHF disease, find MRI value that can approach RIA value, and find threshold approaching RIA on every year of occurrence. The application of Cellular Automata in cases of DHF spread will be maximized when weighting and mathematical models are determined appropriately, this problem arises when no simulation results meet the validation requirements of a simulation program. In addition, resource constraints are also an impediment to model makers. The possibility of cell area has the same role to get the result which is close to the actual state, as the simulation result which has been obtained from different cell area can still produce simulation program which is close to the actual condition, but validation process still need to be done to check the status of the simulation program whether the created simulation program is valid. The error rate or error rate generated in the case of DHF spread is 0.611609% and has a valid status because the result is still below 5%. Keywords: Cellular Automata, Modelling and Simulation, Math Model

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0