Analisis Kemampuan Berbagai Jenis Kulit Pisang Dalam Mereduksi Kandungan Fe Dan Mn Dalam Air Tanah Di Telkom University

Siti Nur’aini Azizah, Suwandi Suwandi, Nurwulan Fitriyanti

Abstract

Abstrak Karbon aktif merupakan suatu material yang mempunyai kadar karbon yang tinggi, pemilihan bahan untuk pembuatan karbon aktif terdiri dari bahan organik dan anorganik dengan ketentuan bahan tersebut memiliki struktur pori. Dalam dunia perindustrian, karbon aktif dapat digunakan mereduksi kandungan logam berat dari air tanah. Limbah kulit pisang menjadi salah satu bahan sebagai alternatif untuk pembuatan karbon aktif. Kulit pisang memiliki ukuran pori mendekati 3,9 nm dan digunakan sebagai biadsorbent . Pada penelitian ini digunakan 10 jenis kulit pisang berbeda dengan dibuat dua perlakuan yaitu kulit pisang menjadi serbuk dan karbon aktif. Serbuk diperoleh dari pemanasan temperatur pada 100°C dan karbon aktif dari pembakaran temperatur pada 500°C dengan activator HCl 0,2 M dan lama aktivasi 18 jam. Adapun pengujian untuk mengetahui kandungan Fe dan Mn dalam air tanah menggunakan alat HACH DR2800 Portable spectrophotometer. Daya serap serbuk kulit pisang dan karbon aktif dalam mereduksi kandungan Fe dan Mn dalam air tanah di Telkom University diuji dengan memvariasikan tiga massa yang berbeda yaitu 50 mg, 100 mg, dan 150 mg untuk masing-masing jenis kulit pisang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa karbon aktif lebih efektif dalam mereduksi Fe dan Mn. Hasil terbaik diperoleh karbon aktif yang terbuat dari kulit pisang nangka pada massa 50 mg dengan kemampuan mereduksi Fe rata-rata 82,22% dan Mn rata-rata 46.21%. Kata kunci: karbon aktif, kulit pisang. Abstract Activated carbon is a material that has a high carbon contents.The selection of material activated carbon can be made by organic and inorganic, in condition the materials have a porous structure. In industrial proccess, activated carbon can be used for reduced heavy metal contents of ground water. Banana peel is being one of materials as an alternative to make activated carbon. Banana peel has a pore size 3,9 nm and can be used as a biadsorbent. In this study, using 10 different of banana peel with two treatment, which is powder and activated carbon. The powder obtained from heating at 100 °C temperature and activated carbon from roasting of 500 °C temperature with activator by HCl 0,2 M for activation time 18 hours.The calibration of Fe and Mn contents HACH DR2800 Portable spectrophotometer using The adsorption of banana peel powder and activated carbon in reducing Fe and Mn containing in Telkom University ground water was tested by three different mass 50 mg, 100 mg, and 150 mg for each type of banana peel. The results show that activated carbon is more effective in reducing Fe and Mn. The best result is obtained from 50 mg activated carbon made from “nangka banana peel†which the average Fe and Mn reduction are 82,22% and 46,21%, respectively. Keywords :activated carbon, banana peel

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0