Analisis Perencanaan Jaringan Akses Dan Backhaul Lte Untuk Cakupan Bumi Perkemahan Kiara Payung

Yaumil Chairiani, Rina Pudji Astuti, Uke Kurniawan Usman

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan di bidang teknologi, maka kebutuhan akan layanan data berkecepatan tinggi semakin bertambah. Jaringan LTE (Long Term Evolution) yang memiliki kemampuan data rate 100 Mbps untuk arah downlink dan 50 Mbps untuk arah uplink merupakan salah satu layanan data yang dirasa mampu memenuhi kebutuhan layanan data berkecepatan tinggi. Tidak hanya untuk daerah perkotaan, daerah wisata alam juga perlu layanan data berkecepatan tinggi. Salah satu daerahnya adalah wisata alam Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor. Pada daerah wisata alam biasanya memiliki masalah pada layanan data. Masalah tersebut bisa disebabkan oleh tidak tersedianya layanan data. Pada penelitian ini menggunakan backhaul Microwave di daerah perencanaan Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Perencanaan jaringan ini menggunakan parameter planning: capacity dan coverage pada frekuensi 1800 MHz menggunakan software Pathloss dan software ATOLL. Dari hasil simulasi menggunakan software Atoll yang telah dilakukan pada bagian perencanaan sel LTE didapatkan nilai RSRP sebesar -102,75 dBm dan nilai SINR sebesar 21,29 dB. Sedangkan pada perencanaan link backhaul yang dilakukan, didapatkan hasil pada skenario I nilai daya terima (received signal) sebesar –42,48 dBm dan availability sebesar 99,99998%. Sedangkan pada skenario II didapatkan nilai daya terima (received signal) sebesar -50,29 dBm dan availability sebesar 99,99999%. Kata kunci : LTE, Rural, Backhaul, Microwave. Abstract Along with developments in technology, the need for high-speed data services is increasing. The LTE (Long Term Evolution) network that has the capability of 100 Mbps data for the downlink direction and 50 Mbps for the uplink direction is one of the data services that are considered capable of meeting the needs of high-speed data services. Not only for urban areas, natural tourism areas also need high-speed data services. One of the areas is the nature tourisem of Kiara Payung Jatinangor Campground. In natural tourist areas usually have problems with data services. This problem can be caused by the unavailability of data services. In this study using Microwave backhaul in the planning area of Kiara Payung Campground, Jatinangor, Sumedang Regency. This network planning uses planning parameters: capacity and coverage at 1800 MHz frequency using Pathloss software and ATOLL software. From the simulation results using Atoll software that has been done in the LTE cell planning section, the RSRP value is -102.75 dBm and the SINR value is 21.29 dB. Whereas in the backhaul link planning, the results obtained in scenario I are received signal value of -42.48 dBm and availability of 99.99998%. While in scenario II the received signal value is -50,29 dBm and availability of 99.99999%. Keywords: LTE, Rural, Backhaul, Microwave

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0