Analisis Performansi Teknik Orthogonal Pilot Sequences (ops) Dan Simple Amplitude Predistortion (sap) Untuk Mereduksi Peak To Average Power Ratio (papr) Pada Ofdm

Rifki Fauzi Nurzaman, Arfianto Fahmi, Desti Madya Saputri

Abstract

OFDM merupakan teknik modulasi multicarrier yang memiliki kemampuan dalam melakukan transmisi dengan kecepatan yang tinggi serta efisien dalam penggunaan spektrum frekuensi atau bandwidth. Prinsip kerja OFDM adalah membagi data kecepatan tinggi ke dalam beberapa data berkecepatan rendah dengan cara dimodulasi dengan subcarrier orthogonal. Walaupun begitu, salah satu kelemahan besar sistem OFDM adalah tingginya nilai Peak to Average Power Ratio (PAPR). Pada teknik OPS-SAP, reduksi PAPR dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu tahap OPS, ditempatkan setelah proses Inverse Fast Fourier Transform (IFFT) dengan data ditambahkan pilot simbol pada domain waktu yang orthogonal. Pada tahap kedua yaitu SAP dilakukan setelah tahap OPS yang dimana jika nilai PAPR masih tinggi akan diproses dengan metric calculation dan samples update untuk meminimalkan PAPR. Teknik di atas dipilih karena teknik OPS memiliki keunggulan dalam mengurangi kompleksifitas sistem serta memungkinkannya Blind Detection pada receiver dan pada teknik SAP memiliki keunggulan dalam mereduksi PAPR tanpa mangirim Side Information ke penerima. Hasil dari simulasi pada tugas akhir ini adalah teknik yang mempunyai nilai perbaikan performansi PAPR sebesar 1,4 dB pada Teknik OPS M=8 pada probabilitas 2,564x10-5, 1 dB pada Teknik SAP pada probabilitas 1,2x10-2, dan 2,4 dB pada kombinasi pada probabilitas 4x10-4 OPS-SAP pada QAM 128 Subcarrier dibandingkan dengan OFDM konvensional. Kata Kunci : OFDM, PAPR, OPS, SAP OFDM is a multicarrier modulation technique that has the ability to transmit at high speeds and is efficient in the use of frequency spectrum or bandwidth. The working principle of OFDM is to divide high-speed data into several low-speed data by modulation with orthogonal subcarriers. However, one of the major weaknesses of the OFDM sistem is the high value of Peak to Average Power Ratio (PAPR). In the OPS-SAP technique, PAPR reduction is carried out in two stages. The first stage is the OPS stage, placed after the Inverse Fast Fourier Transform (IFFT) process with data added by pilot simbols on the orthogonal time domain. In the second stage, SAP is carried out after the OPS stage, where if the PAPR value is still high, it will be processed with metric calculation and sample updates to minimize PAPR. The above technique was chosen because the OPS technique has the advantage of reducing sistem complexity and allowing Blind Detection in the receiver and in SAP techniques it has the advantage of reducing PAPR without sending Side Information to the receiver. The results of the simulation in this final project is a technique that has a value of PAPR performance improvement of 1.4 dB in OPS M = 8 at probability 2,564x10-5, 1 dB in SAP at probability 1,2x10-2, and 2.4 dB in the OPS-SAP combination at probability 4x10-4 on QAM 128 Subcarrier compared to OFDM conventional. Keywords: OFDM, PAPR, OPS, SAP

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0