Pengembangan Motif Karang Jenis Coeloseris Mayeri Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Dengan Metode Lindenmayer System (l-system

Andri Liem, Purba Daru Kusuma, Anton Siswo Raharjo Ansori

Abstract

Abstrak Dalam pengembangannya batik memiliki begitu banyak corak dan ragamnya, hal ini dikarenakan keranekaragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia. Motif batik banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan biasanya pola dan coraknya terinspirasi dari berbagai bentuk benda seperti tumbuhan dan hewan. Salah satu cara untuk melestarikannya yaitu dengan mengekplorasi pola baru untuk dijadikan batik. Indonesia memiliki banyak keanekaragaman hayati sebab diperkirakaan area terumbu karang di Indonesia berada dalam kisaran 50875 km2 , dan 574 spesies karang yang di rekam di Indonesia. Pada Tugas Akhir telah dirancang teknologi yang dapat diterapkan dalam mempercepat proses menghasilkan motif batik yang baru adalah menerapkan aplikasi batik berbasis web dengan metode L-System dengan jenis motif karang Coeloseris mayeri. L-systems merupakan teori matematika yang diaplikasikan dalam aplikasi grafis di komputer. Area utama pengembangan modelnya meliputi generasi fractal dan pemodelan tanaman yang realistis. . Dari hasil pengujian dengan melakukan pengujian alpha, beta dan quantitative diperoleh hasil yaitu, dari pengujian alpha telah dilakukan mengubah warna karang, warna latar belakang, ukuran karang, jumlah cabang tentakel, jarak antar karang, gelombang pada segi enam, dan posisi motif kawung menghasilkan bentuk sesuai dengan inputan pengguna berdasarkan sistem yang telah dibuat. Pengujian kedua yaitu pengujian beta dengan dua expert judgement menyatakan hasil kemiripan dari motif yang dibuat baik dari segi komposisi, warna, dan bentuk adalah 50% dan 75% . Pengujian ketiga yaitu pengujian kuantitatif yaitu dengan menghitung panjang rata-rata panjang tentakel yang terbentuk dengan mengubah nilai sudut tentakel. Pada pengujian kuantitatif telah didapat bahwa perubahan simpangan sudut tentakel akan mempengaruhi panjang tentakel yang terbentuk.. Kata kunci : Motif Batik, L-System, Heterocyathus Aequicostatus, Aplikasi Web Abstract The development of batik has so many patterns and varieties, this is due to the diversity of ethnicity and culture in Indonesia. Many batik motifs are influenced by the surrounding environment and usually the patterns and patterns are inspired by various forms of objects such as plants and animals. One way to preserve it is to explore new patterns for batik. Indonesia has a lot of biodiversity because it is estimated that the coral reef area in Indonesia is in the range of 50875 km2, and 574 coral species are recorded in Indonesia. In this Final Project, technology has been designed that can be applied in accelerating the process of producing new batik motifs is to apply a web-based batik application using the L-System method with the type of Coeloseris mayeri coral motif. L-systems are mathematical theories that are applied in graphic applications on computers. The main areas of model development include fractal generation and realistic plant modeling. . From the results of testing by performing alpha, beta and quantitative tests obtained results, namely, from alpha testing has been done to change coral color, background color, coral size, number of tentacle branches, distance between corals, waves on hexagons, and the position of the kawung motif to produce shapes according to user input based on the system that has been made. The second test is beta testing with two expert judgments stating the results of similarities of motifs made in terms of composition, color, and shape are 50% and 75%. The third test is quantitative testing by calculating the average length of the tentacle formed by changing the value of the tentacle angle. In quantitative testing it has been found that changes in the deviation of tentacle angles will affect the length of the tentacles formed. Keywords: Batik Motif, L-System, Heterocyathus Aequicostatus, Web Aplication.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0