Deteksi Citra Sidik Bibir Suku Sunda Dan Suku Minangkabau Dengan Metode Histogram Of Oriented Gradient (hog) Dan Linear Discriminant Analysis (lda) Pada Populasi Mahasiswa Universitas Telkom

Risva Ulva Fauzia, Bambang Hidayat, Fahmi Oscandar

Abstract

Abstrak Odontology forensik adalah sebuah cabang ilmu dari ilmu kedokteran gigi yang bertujuan untuk menerapkan pengetahuan kedokteran gigi dalam memecahkan masalah hukum dan kejahatan. Cabang ini telah digunakan bertahun tahun untuk mengidentifikasi korban dan tersangka dalam kasus pencurian, pelecehan, bencana alam, kecelakaan dan kejahatan yang lainnya. Ilmu kedokteran gigi forensik dapat menentukan identitas seseorang berdasarkan identifikasi salah satunya adalah identifikasi pola sidik bibir. Sidik bibir yang dimiliki oleh individu memiliki sifat konsisten, stabil sepanjang hidup, dan tidak akan berubah baik pola ataupun karakteristiknya. Pada Tugas Akhir telah dilakukan perancangan dan penelitian sebuah simulasi untuk identifikasi pola sidik bibir pada suku Sunda dan suku Minangkabau dengan menggunakan citra digital berdasarkan citra sidik bibir. Dengan menggunakan metode ekstraksi ciri Histogram of Oriented Gradients (HOG) dan untuk klasifikasi menggunakan metode Linear Discriminant Analysis (LDA). Hasil dari Tugas Akhir ini adalah suatu sistem yang mampu melakukan identifikasi pola sidik bibir suku Sunda dan suku Minangkabau berdasarkan klasifikasi Suzuki dan Tschuhashi. Sistem tersebut mempunyai performansi dengan tingkat akurasi terbesar 79.66% dengan waktu komputasi 250.0025 detik dengan menggunakan 174 sampel citra latih dan 116 citra uji. Hasil ini didapatkan menggunakan parameter HOG yaitu Cell Size 4×4, Block Size 2×2 dan Bin Numbers 9 dengan parameter statistika mean pada proses klasifikasi LDA. Kata Kunci: Sidik, Bibir, HOG, LDA, forensik, Suku, Minangkabau, Sunda Abstract Forensic Odontology is a branch of science from dentistry that aims to apply dental knowledge in solving legal and crime problems. This branch has been used for years to identify victims and suspects in cases of theft, harassment, natural disasters, accidents and other crimes. Forensic dentistry can determine one's identity based on identification, one of which is identification of lip print patterns. The lip prints that are owned by an individual have a consistent, stable nature throughout life, and will not change either the pattern or the characteristics. In the Final Project the design and research of a simulation for identification of lip print patterns in the Sundanese and Minangkabau tribes has been carried out using digital images based on lip print images. This proses uses the extraction method characteristic of Histogram of Oriented Gradients (HOG) and the Linear Discriminant Analysis (LDA) method for classification. The results of this Final Project are a system that is able to identify the lip print patterns of Sundanese and Minangkabau tribes based on the Suzuki and Tschuhashi classifications. The system has the highest accuracy with 79.66% with computation time of 250.0025 seconds using 174 training image samples and 116 test images. These results are obtained using the HOG parameter, Cell Size 4 × 4, Block Size 2 × 2 and Bin Numbers 9 with the statistical parameters mean in the LDA classification process. Keywords: lip prints, lips, HOG, LDA, forensics, Suku, Minangkabau, Sundanese

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0