Identifikasi Pola Rugae Palatina Berdasarkan Metode Geometric Active Contour(gac) Dengan Klasifikasi K-nearest Neighbor (knn) Pada Populasi Mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi Angkatan 2015 Universitas Telkom

Azarine Sandi Rizcky, Bambang Hidayat, Fahmi Oscandar

Abstract

Abstrak Bencana alam, tindak kriminal ataupun kecelakan dapat menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Korban kerap kali ditemukan dalam keadaan tak beridentitas sehingga memerlukan proses identifikasi. Identifikasi menjadi sangat sulit apabila korban dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Maka, identifikasi biometrik menjadi peran penting dalam proses pencarian identitas korban. Dalam ilmu forensik, rugae palatina merupakan salah satu solusi yang digunakan untuk identifikasi biometrik. Rugae palatina merupakan sejumlah tonjolan membentuk pola yang terletak pada rongga mulut. Pola rugae palatina setiap orang berbeda sehingga dapat digunakan untuk identifikasi individu. Selain itu rugae palatina bersifat unik, stabil, dan terjaga karena pola ataupun karakteristiknya tidak akan berubah sepanjang hidup serta tidak mudah hancur. Pada penelitian ini, penulis membuat suatu aplikasi pengolahan citra digital rugae palatina dengan metode Geometric Active Contour dan K-Nearest Neighbor Method (K-NN) sebagai klasifikasinya.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menghasilkan akurasi tertinggi sebesar 84,48%. Maka dapat disimpulkan bahwa sistem penelitian ini sudah dapat mengidentifikasi rugae palatina dengan baik. Kata kunci : Rugae Palatina, K-Nearest Neighbor, Geometric Active Countour Abstract Natural disasters, criminal acts or accidents can cause casualties. Victims are often found in an unidentified state that requires an identification process. Identification becomes very difficult if the victim is in a situation that is not possible. So, biometric identification is an important role in the process of finding the victim's identity. In forensic science, rugae palatina is one of the solutions used for biometric identification. Palatine rugae is a number of bumps forming a pattern that is located in the oral cavity. Pattern of Palatine rugae everyone is different so it can be used for individual identification. Besides palatine rugae unique, stable, and maintained because the pattern or characteristics will not change throughout life and not easily destroyed.In this study, the author made an application for digital image processing palatine rugae which was started with the method Geometric Active Contour and K-Nearest Neighbor Method ( K-NN) as the classification. The results obtained from this study resulted in the highest accuracy of 84,48%. So it can be concluded that this research system has been able to identify rugae palatina properly. Keywords: Rugae Palatina, K-Nearest Neighbor, Geometric Active Countour

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0