Observasi Lapangan Mikropartikel Di Atmosfer Menggunakan Nanosampler Pada Cekungan Udara Bandung Raya

Lutfi Ikbal Majid, Indra Chandra, Amaliyah Rohsari Indah Utami

Abstract

Abstrak Kampanye pengamatan mikro-partikel telah dilakukan di cekungan udara Bandung Raya pada periode musim hujan (14 – 26 Februari 2018) dan kemarau (17 Agustus – 11 September 2018). Pengamatan mikro-partikel menggunakan Nanosampler dengan ukuran >10, 2,5-10, 1-2,5, 0,5-1, 0,1-0,5 dan <0,1 µm. Hasil dari nanosampler adalah konsentrasi massa partikulat (total suspended particles) dengan musim hujan rata-rata di bawah 100 µg m-3 . Hasil tersebut kontras dengan rata-rata di musim kemarau (>100 µg m-3 ). PM2.5 dan PM10 menjadi ukuran tipikal pada pengamatan tersebut, yang bersumber dari jalan raya, industri, dan sumber alami (debu tanah dan garam laut). Hasil analisis massa tersebut adalah kandungan karbon dengan hasil total karbon (TC), rata-rata ~72% adalah organik karbon (OC). Sumber OC tersebut berasal dari aktivitas jalan raya (~52%) dan biogenik (~72%), yang merupakan polutan primer dan menjadi sumber fraksi OC/EC terbanyak dengan sebagian besar sumbernya yaitu bahan bakar fosil, debu, dan mesin diesel. Sisanya adalah karbon anorganik (EC), Terdapat dua bentuk partikulat dalam EC, yaitu fresh particles yang terdapat dalam char-EC dan aged particles dari sumber char-EC (emisi karbon bercampur dengan unsur tanah) dan soot-EC (campuran kondensasi karbon dengan unsur dalam atmosfer, seperti sulfat dan nitrat). ~79% dari kandungan EC adalah char-EC, dengan sumber utama adalah emisi langsung kendaraan bermotor. Sementara itu ~21% kandungan EC adalah soot-EC, yang merupakan kondensasi dari emisi kendaraan bermotor tersebut. Analisis massa lainnya adalah konsentrasi senyawa ion, hasil yang dominan ditemukan adalah amonium sulfat ((NH4)2SO4), ammonium nitrat (NH4)NO3, dan garam (NaCl). Dengan letak geografis Bandung Raya, sumber dari laut bukan merupakan polusi lokal. Berdasarkan NOAA HYSPLIT back trajectory model, sumber utama dari transportasi jauh rata-rata berasal dari aktivitas laut seperti transportasi laut dan biota yang menghasilkan nitrat dan sulfat. Karena letak geografis tersebut sehingga transportasi, industri dan kegiatan manusia menjadi sumber polusi utama. Kata Kunci: Polusi udara, Nanosampler, PM2.5, OC/EC, dan Ion. Abstract The micro-particle observation campaign has been carried out in the Bandung Raya air basin during the rainy season (February 14-26 2018) and dry season (August 17-September 11, 2018). Observation of micro-particles using nanosamplers with sizes> 10, 2.5-10, 1-2.5, 0.5-1, 0.1-0.5 and <0.1 µm. The result of the nanosampler is the concentration of particulate mass (total suspended particles) with the average rainy season below 100 µg m-3 . These results contrast with the average in the dry season (> 100 µg m-3 ). PM2.5 and PM10 are typical measurements of these observations, which are sourced from roads, industries, and natural sources (soil dust and sea salt). The result of the mass analysis is the carbon content with the total carbon yield (TC), on average ~ 72% is organic carbon (OC). The OC sources come from road activities (~ 52%) and biogenic (~ 72%), which are primary pollutants and are the source of the most OC / EC fractions with most sources, namely fossil fuels, dust, and diesel engines. The rest is inorganic carbon (EC), There are two forms of particulates in EC, namely fresh particles contained in char-EC and aged particles from sources of char-EC (carbon emissions mixed with soil elements) and soot-EC (mixture of carbon condensation with elements in the atmosphere, such as sulfate and nitrate). ~ 79% of the EC content is char-EC, with the main source being direct emissions of motor vehicles. Meanwhile ~ 21% of the EC content is soot-EC, which is condensation from the emissions of motorized vehicles. Another mass analysis is the concentration of ion compounds, the dominant results found are ammonium sulfate ((NH4)2SO4), ammonium nitrate (NH4)NO3, and salt (NaCl). With the geographical location of Bandung Raya, the source of luat is not local pollution, Based on the NOAA HYSPLIT back trajectory model, the main sources of long-distance transportation come from sea activities such as sea transportation and biota which produce nitrate and sulfate. Because of the geographical location, transportation, industry and human activities are the main sources of pollution. Keywords: Air Pollution, Nanosampler, PM2.5, OC/EC, and Ion

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0