Pengukuran Radiasi Matahari Untuk Perhitungan Faktor Matahari

Syukron Dwi Apriyadi, Ery Djunaedy, Wahyu Sujatmiko

Abstract

Abstrak Data ketersediaan radiasi matahari di suatu tempat sangatlah penting untuk keperluan bangunan hemat energi. Data ini digunakan untuk mengestimasi beban panas yang seharusnya dihindari masuk ke dalam ruangan agar energi yang digunakan untuk mendinginkan ruangan tidak besar. SNI 03-06389-2010 Konservasi Energi Selubung Bangunan hanya memiliki data radiasi matahari untuk Kota Jakarta, sedangkan untuk kota-kota lain belum tersedia. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran radiasi matahari dengan instrumen buatan untuk menerima radiasi matahari dari empat arah mata angin yaitu timur, barat, utara, dan selatan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan sensor cahaya yaitu sensor BH1750 di tempat tinggi yang tidak terhalang oleh bayangan di Kota Bandung dan diukur dari pukul 07.00 hingga 18.00 berdasarkan waktu pengukuran data yang tertera pada SNI-03- 06389-2010. Hasil data kalibrasi dilakukan pengujian Mean Bias Error (MBE) dengan metode observasi di masing-masing sensor dengan rentang 2,32 sampai dengan 6,17 dan memiliki nilai Coefficient of Variation of Root Mean Square Error CV(RSME) di masing-masing sensor dengan rentang 11,13 sampai dengan 29,61. Masingmasing eror MBE dan CV(RSME) ini masih dalam batas toleransi dalam standar pada ASHRAE. Setelah alat terkalibrasi dilakukan pengukuran radiasi matahari, pengukuran dilakukan dengan metoda diukur secara langsung dan masing-masing sensor menghadap arah mata angin dengan menggunakan kompas selama 7 hari yang dimulai pada tanggal 23 sampai dengan 29 September 2018. Hasil pengukuran selama 7 hari didapatkan bahwa permukaan dinding yang mengarah ke arah timur, selatan, utara, dan barat mendapat paparan radiasi matahari sebesar 362, 240, 331, 254 dalam satuan W/m2 . Kata kunci : Radiasi Matahari, Faktor Matahari Abstract Availability of solar radiation data in somewhere is very important for the purposes of energy efficient buildings. This data is used to estimate the load of heat that should be avoided entering into the room, so that the energy used to cool the room which not large. SNI 03- 06389-2010 conservation of Sheath building energy (Konservasi Energi Selubung Bangunan) only has data on solar radiation for the city of Jakarta, while for other cities is not yet available. This research was conducted on the measurement of solar radiation with artificial instruments to receive solar radiation of the four direction wind namely East, West, North, and South. The measurement is carried out using BH1750 sensor in high place which is not deterred by a shadow in the city of Bandung and measured from 07.00 a.m to 18.00 p.m based on measurement data provided on SNI-03-06389-2010. The results of the calibration data is done testing the Mean Bias Error (MBE) with the method of observation in each sensor with a range of 2,32 up to 6,17 and have the value of Coefficient of Variation of Root Mean Square Error CV (RSME) in each sensor with the range 11,13 up to 29,61. Each of this errors is still within tolerance within the ASHRAE standard After the calibration of instrument was measured by solar radiation, measurement is carried out for 7 days beginning on the date of 23 to 29 September 2018. Measurement results for 7 days is obtained that the surface of the wall that leads to the East, South, North and West of the Solar radiation exposure of 362, 240, 254, 331 in units of W/m2. Keywords: Solar Radiation, Solar FactorPengukuran Radiasi Matahari Untuk Perhitungan Faktor Matahari

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0