Rancang Bangun Portable Weather Station Dalam Mendukung Pengamatan Mikropartikel Di Cekungan Udara Bandung Raya

Robbi Adam Aldino Barus, Indra Chandra, Indra Wahyudin Fathona

Abstract

Abstrak Pembangunan portable weather station pada pengamatan mikropartikel di cekungan udara Bandung Raya penting dilakukan untuk mengukur kondisi meteorologi dan mengidentifikasi potensi sumber polusi udara. Perangkat yang digunakan terdiri dari sensor temperatur dan kelembaban relatif (DHT22), sensor tekanan udara (BMP180), sensor intensitas cahaya (BH1750), sensor kecepatan angin (hall sensor), dan sensor arah angin (HMC5883L). Alat ukur konsentrasi massa partikulat yang digunakan adalah Nanosampler dan sensor PM2.5. Pengukuran dilakukan selama 25 hari (17 Agustus – 11 September, 2018), di atap gedung Tokong Nanas, Universitas Telkom, Bandung (~675 mdpl; 6°58'22.4"S dan 107°37'47.1"E). Hasil pengukuran meteorologi menunjukkan bahwa temperatur berada pada kisaran 25oC-30oC di siang hari dan relatif lebih dingin di malam hari (18oC-20oC). Massa udara lebih kering di siang hari (35%-60%) dibandingkan di malam hari (>80%). Tekanan udara yang terukur sebesar 930 hPa. Arah angin berasal dari Tenggara menuju ke arah Barat Laut. Hasil analisis OC-EC diketahui bahwa sebagian besar polusi udara teridentifikasi dari jalan raya, industri dan tempat pembakaran sampah terbuka. Hal ini terkait dengan kandungan OC primer dan char-EC yang lebih besar dari kandungan OC sekunder dan soot-EC. Sebagian besar komposisi kimia yang teridentifikasi adalah garam laut (NaCl), dan ammonium sulfat ((NH4)2SO4). Hal ini mengindikasikan bahwa lokasi pengukuran terpapar polusi jarak jauh. Kata kunci : Bandung, Portable Weather Station, polusi udara, meteorologi, ion Abstract Development of portable weather station for monitoring microparticles in Greater Bandung air basin is very important to measure meteorological conditions and to identify potential sources of polluted air. We used temperature and relative humidity sensors (DHT22), air pressure sensors (BMP180), light intensity sensors (BH1750), wind speed sensors (hall sensors), and wind direction sensors (HMC5883L). Particulate matters mass concentration were measured by Nanosampler and PM2.5 sensor. Field observation was carried out for 25 days (August 17 - September 11, 2018), on the roof of the Tokong Nanas building (~ 675 masl), Telkom University, Bandung (~ 675 masl; 6 ° 58'22.4 "S and 107 ° 37'47.1" E). Result of meteorogical parameter show that temperatures in the range of 25oC - 30oC during the day and cooler in the night (18 oC -20 oC). Dry air mass were observed during day time (35% -60%) and it was different than night (>80%). The air pressure is stable at 930 hPa. Most of the air mass were coming from the Southwest to the Northwest, with averaged wind speed around 1 – 2 Km. This study found that most of local air pollution sources came from highways, industrial area, and residental-waste burning. It was identified by higher mass concentration of primary OC and Char-EC than secondary OC and Soot-EC. Meanwhile, the source of long-range transport of pollution air is sea-salt (NaCl) and ammonium sulfate ((NH4)2SO4). Keywords : Bandung, sensor, air pollution, meteorology, ion

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0