Analisis Distribusi Medan Magnet Koil Tunggal Dan Koil Jamak Secara Eksperimen

Firmawan Matutu Palebangan, Dudi Darmawan, Nurwulan Nurwulan

Abstract

Abstrak
Metode Non-Destrucktive Testing merupakan metode pengujian atau identifikasi dari suatu
material tanpa merusak material uji. Metode ini memanfaat medan magnet dari sejumlah koil
pemancar yang kemudian akan diarahkan menuju koil penerima melewati material uji. Karena
homogenitas dari medan magnet yang terbentuk sangat berpengaruh terhadap akurasi data yang
didapatkan, sehingga perlu adanya analisis bentuk koil pemancar untuk melihat distribusi medan
maget yang terbentuk. Pada penelitian tugas akhir kali ini dilakukan analisis bentuk koil dengan
merancang sistem koil tunggal dan koil jamak berbentuk persegi. Koil tersebut diberikan input
berupa tegangan 1V, 2V dan 3V. Medan magnet yang terbentuk kemudian diukur sebanyak 100
titik yang berjarak 1cm dari ujung koil setiap tegangan pengukuran. Hasil yang diperoleh
didapatkan distribusi medan magnet yang lebih homogen pada sistem koil jamak. Pada tegangan
1 V menunjukkan nilai homogenitas 0,8375 untuk koil tunggal dan 0,8778 untuk koil jamak.
Untuk tegangan 1,5 V menunjukkan nilai homognitas 0,7769 untuk sistem koil tunggal dan nilai
0,9093 untuk sistem koil jamak. Dan untuk tegangan 2 V nilai homogenitas pada sistem koil
tunggal adalah 0,7370 dan koil jamak 0,7852. Besar nilai medan magnet pada koil tunggal lebih
besar dibandingkan koil jamak. Pada tegangan 1 V menunjukkan nilai medan magnet tertinggi
2,7 G untuk koil tunggal dan 1 G untuk koil jamak. Untuk tegangan 1,5 V menunjukkan nilai
medan magnet tertinggi 4,3 G untuk sistem koil jamak dan nilai 1,9 G untuk sistem koil tunggal.
Dan untuk tegangan 2 V nilai medan magnet tertinggi pada sistem koil jamak adalah 5,9 G dan
koil tunggal 2,3 G

Kata kunci : Non-Destructive Testing, homogenitas, koil tunggal, koil jamak, dan distribusi
medan magnet.
Abstract
The Non-Destrucktive Testing Method is a testing method or an identification of a material
without damaging the test material. This method utilizes the magnetic field from a number of
coils (transmitters) which will then be directed towards the receiver through the test material.
Because the homogeneity of the formed magnetic field is very influential on the accuracy of the
data obtained, it is necessary to analyze the shape of the transmitter coil to see the distribution
of the formed magnet field. In this final assignment research coil shape analysis is done by
designing a square shaped multicoil and singlecoil system which will then be seen the
distribution of the magnetic field that formed when flowing. The coil is given an input in the form
of 1V, 2V and 3V voltages. The magnetic field formed is then measured as many as 100 points
1cm away from the end of the coil at each measurement voltage. The results obtained are more
homogeneous magnetic field distribution in the plural coil system. At 1 V the voltage shows a
homogeneity value of 0.8375 for a single coil and 0.8778 for a plural coil. For a voltage of 1.5
V it shows a homogeneity value of 0.7769 for a single coil system and a value of 0.9093 for
multiple coil systems. And for 2 V voltage homogeneity value in a single coil system is 0.7370
and plural coil is 0.7852. The value of the magnetic field on a single coil is greater than the
plural coil. At 1 V the voltage indicates the highest magnetic field value of 2.7 G for a single coil
and 1 G for a plural coil. For a voltage of 1.5 V, the highest magnetic field value is 4.3 G for
multiple coil systems and 1.9 G for single coil systems. And for the 2 V voltage the highest
magnetic field value in the plural coil system is 5.9 G and a single coil of 2.3 G

Key words: Non-Destructive Testing, homogeneity, singlecoil, multicoil, and magnetic field
distribution.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0