Analisis Kelayakan Pembukaan Cabang Bisnis Serantau Coffee Di Kota Bandung Ditinjau Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Dan Aspek Finansial

Authors

  • Diana Arviana Lestari Telkom University
  • Endang Chumaidiyah Telkom University
  • Budi Praptono Telkom University

Abstract

Abstrak Serantau Coffee merupakan sebuah usaha atau bisnis yang bergerak di bidang kuliner khususnya minuman dengan konsep menjual minuman berbagai macam jenis kopi dan non kopi. Serantau Coffee membuka outlet pertamanya di Bekasi Selatan dan mengalami peningkatan setiap bulannya. Melihat fakta tersebut, pemilik Serantau Coffee ingin melakukan perluasan dan pengembangan bisnisnya pada lokasi baru yang strategis dan terpilihlah Kota Bandung tepatnya di Jalan Lombok, Riau sebagai lokasi pembukaan cabang baru Serantau Coffee. Dalam penelitian ini, aspek yang dilakukan yaitu dengan cara penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang berada di Kota Bandung dengan kecamatan yang berbeda. Responden yang menjadi target adalah responden yang berumur 15-35 tahun untuk mengetahui berapa banyak pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran. Sedangkan untuk aspek teknis dan aspek finansial digunakan berdasarkan data sekunder yang didapat dari berbagai sumber. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan persentase pasar potensial sebesar 88%, pasar tersedia sebesar 82%, dan untuk pasar sasaran perusahaan membidik 0,6% dari pasar tersedia. Hasil perhitungan finansial menunjukkan bahwa nilai NPV untuk periode 2020-2024 adalah Rp 99.964.433, persentase IRR sebesar 28%, dan PBP 4,19 tahun. IRR yang diperoleh lebih besar dari nilai MARR yaitu 10,25% dan NPV bernilai positif. Dari parameter tersebut, maka pembukaan cabang Serantau Coffee di Jalan Lombok, Riau Kota Bandung dapat dikatakan layak. Kata kunci: Serantau Coffee, analisis kelayakan, NPV, IRR, PBP, MARR Abstract Serantau Coffee is a business in the field of culinary especially drinks with the concept sells kinds of coffee and non coffee. Serantau Coffee opened their first outlet in South Bekasi and has shown constant increase in sale in every month. Due to this detail, the owner of Serantau Coffee want to expend and develop the business of coffee shop. Lombok Street, Riau Bandung City was eventually chosen as the new strategic location for second shop of Serantau Coffee. In this research, to gain information regarding market aspect, researcher distribute questionnaire to 100 respondents who reside in Bandung with different district. The target respondents is in the range of 15-35 years old respondent to find out how many potential market, available market, and target markets. Meanwhile, for technical aspect and financial aspect are used based on secondary data obtained from various sources. The result show amount of the potential market is 88%, the available market is 82%, and for target market the company targeting 0,6% available market. Financial calculation result showed that NPV within the period of 2020-2024 was as much as Rp 99.964.433, with IRR percentage of 28%, and PBP 4,19 year. The acquired IRR was bigger than the MARR value which was 10,25% and the NPV was positive. Due to this parameter, it can be concluded that the opening Serantau Coffee business branch in Bandung City was deemed feasible. Keywords: Serantau Coffee, feasibility analysis, NPV, IRR, PBP, MARR

Downloads

Published

2019-08-01

Issue

Section

Program Studi S1 Teknik Industri