Penerapan Metode 5S Untuk Meminimasi Waste Motion Pada Proses Produksi Seal Brecket Di PT. Nagoya Dengan Pendekatan Lean Manufacturing

Aqiilah Khoiriyyah Husnaa, Pratya Poeri Suryadhini, Widia Juliani

Abstract

Abstrak PT. Nagoya INA Engineering merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri karet, PVC, dan plastik. Hasil produksi dari perusahaan ini yaitu seal switch, seal pengungkit, seal brecket, cover nut, pengaman regulator, rubber disk, rubber molla, cap water reservoir tank, seal tombol, dan R3. Pada Januari 2018 – Juli 2018 seal brecket memiliki total produksi terbesar, yaitu sebanyak 777. 245 pcs atau 48,72% dari total produksi secara keseluruhan. Tetapi PT. Nagoya mengalami keterlambatan pengiriman produk, produk yang paling sering mengalami keterlambatan pengiriman adalah seal brecket. Untuk mengetahui penyebab keterlambatan pengiriman, dilakukan penelitian pada proses produksi seal brecket yang berlokasi di Nanjung dengan cara pemetaan aliran produksi menggunakan Value Stream Mapping dan Process Activity Mapping . Pada Value Stream Mapping ditemukan NVA time sebesar 88 detik dan lead time selama 1334 detik. Pada Process Activity Mapping didapatkan aktivitas NVA yang tergolong ke dalam waste motion. Berdasarkan waste motion yang ditemukan, dilakukan pencarian akar penyebab masalah menggunakan 5 Why’s. Waste motion diminimasi dengan melakukan usulan perbaikan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Usulan perbaikan dirancang menggunakan metode 5S untuk mereduksi waste motion, sehingga dapat mempersingkat lead time. Untuk mencapai tujuan 5S di lakukan pengurangan waktu set up dengan merancang alat bantu produksi usulan. Dari perancangan usulan perbaikan, lead time berkurang sebanyak 32% atau sebesar 909 detik dengan penurunan NVA time sebesar 88 detik dan NNVA time sebesar 336 detik. Kata kunci: PT.Nagoya, Non Value Added Activity, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Waste Motion, Lean Manufacturing, 5S

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0