Perancangan DC TO DC Converter Untuk Sistem Pembangkit Listrik Sepeda Statis
DOI:
https://doi.org/10.34818/eoe.v8i6.16865Abstract
Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia saat ini sebesar 55.000 MW, sementara energi listrik yang mampu disuplai oleh pemerintah sebesar 32.000 MW dan sisanya disuplai oleh perusahaan swasta. Pemenuhan kebutuhan energi listrik oleh pemerintah tersebut masih banyak mengalami kendala, maka dibutuhkan sumber energi listrik baru yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, tujuan dibuatnya alat ini untuk pemanfaatan sepeda statis sebagai sarana olahraga sekaligus menjadi pembangkit listrik. Generator yang digunakan adalah jenis magnet permanen. Alat ini bekerja menggunakan sumber tenaga manusia dengan cara mengayuh sepeda statis sehingga dapat memutar rotor dari generator untuk menghasilkan tegangan yang kemudian disimpan dalam elemen penyimpanan energi listrik (baterai). Pemanfaatan energi listrik dengan sepeda statis digunakan untuk kendali daya dengan kendalinya menggunakan boost mode dan sistem mikrokontroler. Kendali keluaran daya dari energi listrik sepeda statis dapat dihasilkan untuk 25 watt, 20 watt, 15 watt dan 10 watt, yang kemudian keluaran dari kendali ini dapat digunakan untuk pengisian baterai dengan kecepatan pada cadence berkisar 50, 55, 60, 65 dan 70. Alat ini mampu menaikan tegangan input dari energi listrik sepeda statis menjadi 21,3 volt, 16,7 volt, 12,6 volt, dan 8,3 volt. Kata Kunci : Mikrokontroler, Sensor, Daya, Konverter Boost, Energi listrik, Sepeda statis, Generator magnet permanenReferences
[1] P. Ilmiah, A. J. I. Purnomo, P. S. Elektro, U.
M. Surakarta, and F. Teknik, “Pemanfaatan
Sepeda Statis Dengan Generator Linier
Untuk,” 2016.
[2] M. Al Amin and R. Asnawi, “Sepeda Statis
Sebagai Pembangkit Energi Listrik
Alternatif Dengan Pemanfaatan Alternator
Bekas,” J. Edukasi Elektro, vol. 1, no. 2, pp.
119–128, 2017.
[3] A. Suwandi, E. Maulana, and F. D.
Rhapsody, “ERGONOMIS,” vol. III, no. 2,
pp. 24–31, 2017.
[4] “Fundamentals Chapter 3,” no. December,
2005.
[5] A. Budiman, H. Asy’ari, and A. R. Hakim,
“Desain Generator Magnet Permanen Untuk
Sepeda Listrik,” Publ. Ilm., vol. 12, no. 01,
pp. 59–67, 2005.
[6] W. N. Saputra et al., “Prototype Generator
DC Dengan Penggerak,” vol. 4, no. 1, 2016.
[7] A. Satriyo, “Dasar Teori Kompresor,” [1] A.
Satriyo, “Dasar Teor. Kompresor,” pp. 6–
35, 2013., pp. 6–35, 2013.
[8] F. T. Industri, “Halaman judul,” 2017.
[9] P. Studi and P. Teknik, “RANCANG
BANGUN MAGNETIC DOOR LOCK
MENGGUNAKAN KEYPAD DAN
SOLENOID BERBASIS
MIKROKONTROLER ARDUINO UNO,”
vol. 12, no. 1, pp. 39–48, 2013.
[10] H. Asy’ari and D. A. Widodo, “Pengisian
Baterai Menggunakan Buck-Boost
Converter Pada Sistem Energi Surya,” Edu
Elektr. J., vol. 8, no. 2, pp. 91–95, 2019.
[11] N. I. Akbar, “Modifikasi Dongkrak
Mekanik Menjadi Elektromekanik
Kapasitas 2 Ton,” 2016.
[12] T. Pustaka, “BAB II TINJAUAN
PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1
Tinjauan Pustaka,” no. 2010, pp. 5–25,
2007.
[13] M. A. Assyidiq, B. Winardi, and T.
Andromeda, “Perancangan Boost Converter
Menggunakan Voltage Feedback Pada
Panel Surya,” Transient, vol. 6, no. 3, p.
404, 2017, doi: 10.14710/transient.6.3.404-
410.
[14] W. Hart Danial, Commonly used Power and
Converter Equations. 2010.



