Sistem Otomasi Landing Dan Waypoint Pada Drone Pemantauan Kualitas Air Sungai Citarum
DOI:
https://doi.org/10.34818/eoe.v9i2.17724Abstract
Abstrak Dalam rangka pembersihan sungai yang tercemar dibutuhkan data berkala agar progres dan evaluasi program pembersihan dapat dilakukan dengan baik. Sampai saat ini pengambilan data berkala mengenai kualitas air sungai dan pencarian titik pencemaran dilakukan secara manual oleh relawan turun ke lapangan dan mengambil sampel untuk nantinya diteliti lebih lanjut. Pada tugas akhir ini penulis akan merancang drone yang dapat mendeteksi kualitas air sungai dan mengirimkan ke stasiun pemantauan. Dengan mengandalkan sistem otomasi landing dan waypoint pada drone, pengambilan data akan dapat dilakukan lebih mudah. Harapannya dengan kemudahan yang diberikan ketika menggunakan alat ini pengambilan data akan dilakukan lebih sering sehingga perkembangan program pembersihan air sungai dapat terevaluasi dengan baik. Selain itu dengan adanya alat ini diharapkan titik pencemaran sungai akan lebih mudah ditemukan, sehingga dapat langsung ditindak lanjuti. Drone dapat membawa maksimal 800 gram payload untuk membawa perangkat sensor. Pada pengujian yang dilakukan dengan ketinggian 3 meter dan kecepatan 0,2 m/s drone mengalami penyimpangan rata-rata 0,0000227% pada derajat latitude dan 0,0000033% pada derajat longitude dan pada pengujian yang lain mengalami penyimpangan rata-rata 0,00000448% pada derajat latitude dan 0,00000341% pada derajat longitude. Simpangan terbesar yang terjadi jika dikonversikan kedalam satuan meter, mencapai 4,5 meter. Kata Kunci : UAV, drone, waypoint, landing, pemantauan kualitas air sungai Abstract To make the polluted river clean again, the data that conduct periodically need to be done so the progress and evaluation of the program went well. Until now data collecting is done manually by volunteers that go to the field and take the sample for further investigation.On this final task, writers design a drone that can collect the quality of river water data and send it directly to the observation station. Using an automatic landing and waypoint system on the drone, data collecting will be done much easier than before. The hope is the location where the river got polluted will be easier to find, so that it can be followed up immediately and data collection will be carried out more frequently.The drone can carry a maximum of 800 grams of payload for carrying the sensor devices. In tests that were carried out with a height of 3 meters and a velocity of 0,2 m/s the drone experienced an average deviation of 0,0000227% in degrees of latitude and 0,0000033% in degrees of longitude. In other tests, drones experienced an average deviation of 0,00000448% in degrees of latitude and 0,00000341% in degrees of longitude. The biggest deviation if we convert the number into meters, it exceeds 4,5 meters. Keywords: UAV, drone, waypoint, landing, river water quality monitoringReferences
[1] Anonim. 2014. Kondisi Prasarana [Internet].. (diakses 09 Oktober 2020)
[2] Anonim. 2014. Kondisi Sosial Ekonomi [Internet]. http://citarum.org/tentang-kami/sekilas-citarum/kondisi-sosial-ekonomi.html. (diakses 09 Oktober 2020)
[3] Rio Tuasika. 2019. Upaya Indonesia Bersihkan Sungai Terkotor di Dunia [Internet]. https://www.voaindonesia.com/a/upaya-indonesia-bersihkan-sungai-terkotor-di-dunia-(1)/4745640.html. (diakses 09 Oktober 2020)
[4] Iqbal, Donny .2018. Citarum Harum, Langkah Optimis Pemerintah Pulihkan Kejayaan Sungai Citarum (Bagian 3) [Internet]. https://www.mongabay.co.id/2018/02/28/citarum-harum-langkah-optimis-pemerintah-pulihkan-kejayaan-sungai-citarum-bagian-3/. (diakses 28 November 2020).
[5] Jamie Bartram (Ed.), Richard Balance (Ed.). 1996. Water Quality Monitoring - A Practical Guide to the Design and Implementation of Freshwater Quality Studies and Monitoring Programmes. United Nation Environment Programme dan World Health Organization.
[6] 2001. Parameters of Water Quality – Interpretation and Standards. Environmental Protection Agency.
[7] Karl E. Wenzel dan Andreas Zell. Automatic Take-off, Hovering and Landing Control for Miniature Helicopters with Low-Cost Onboard Hardware. University of Tubingen, Department of Computer Science, Sand 1, 72076 Tubingen
[8] Arsyad Cahya Subrata. 2016. Automatic Landing and Waypoint System Berbasis Kombinasi GPS dan Mesin Visi untuk Multirotor pada Kontes Robot Terbang Indonesia Divisi Vertical Take Off Landing. Jurnal Ilmu Teknik Elektro Komputer dan Informatika (JITEKI) 2(2): 110-122.
[9] S. Bhandari, dkk. Design and Development of Hexa-copter for Environmental Research. School of Engineering, Kathmandu University, Dhulikel.
[10] Hardy Samuel Saroinsong, Vecky C Poekoel, Pinrolinvic D.K Manembu. 2018. “Rancang Bangun Wahana Pesawat Tanpa Awak (Fixed Wing) Berbasis Ardupilot”. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 no. 1: 76-77.
[11] Darussalam. 2016. Drone Sebagai Pemantau Korban Bencana Menggunakan Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) [skripsi]. Palembang (ID). Politeknik Negeri Sriwijaya.
[12] Barometer (def). 2020. Dalam Ensiklopedia Britannica. https://www.britannica.com/technology/barometer. (diakses 23 Desember 2020)
[13] Magnetometer (def). 2020. Dalam Ensiklopedia Britannica. https://www.britannica.com/search?query=magnetometer. (diakses 23 Desember 2020)
[14] Christopher McFadden. 2020. What Gyroscope Are, How They Work, and Their Importance. https://interestingengineering.com/what-gyroscopes-are-how-they-work-and-their-importance. (diakses 23 Desember 2020)
[15] Danu Akbar, Slamet Riyadi. 2018. Pengaturan Kecepatan pada Motor Brushless DC (BLDC) Menggunakan PWM (Pulse Width Modulation). Seminar Nasional Instrumentasi, Kontrol dann Otomasi (SNIKO). Bandung, Indonesia.
[16] Nur Rahmi Hidayati. 2017. GPS Tracker Guna Melacak Posisi Pengguna Dan Merekam Rute yang Ditempuh Terhadap Sumber Pencari GPS [skripsi]. Palembang (ID). Politeknik Negeri Sriwijaya.
[17] ArduPilot Dev Team. 2020. Choosing a Ground Station. https://ardupilot.org/rover/docs/common-choosing-a-ground-station.html#common-choosing-a-ground-station (diakses 09 November 2020)
[18] Adam Aji Nugroho, Burhanuddin, Sarwoko. 2015. “Perancangan dan Realisasi Sistem Kendali dan Komunikasi Multi Client Ground Station Untuk Edf Roket”. e-Proceeding of Engineering. 2(2885).
[19] Blake Fuller dkk. Hardware Design and Implementation of a MAVLink Interface for an FPGA-Based Autonomous UAV Flight Control System. Queensland University of Technology, Australia
[20] Miftah Ilham. 2015. Rancang Bangun Pesawat UAV Hexacopter dengan Kendali PID [skripsi]. Surabaya (ID). Institut Teknologi Sepuluh Nopember.



