Memaksimalkan Daya Output Panel Surya Menggunakan Metode Konvergensi Cahaya Dan Penjejak Matahari
DOI:
https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18466Abstract
Abstrak—Saat ini, salah satu sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) yang menjanjikan dan banyak digunakan adalah energi matahari. Listrik dapat dihasilkan dari cahaya matahari menggunakan photovoltaic (PV). Namun, saat ini daya keluaran yang dihasilkan PV masih rendah yaitu antara 5% - 16%. Oleh kerena itu dibutuhkan suatu cara untuk meningkatkan daya keluarannya agar listrik yang dihasilkan semakin besar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, akan dilakukan penelitian untuk meningkatkan keluaran daya PV dengan menggunakan kombinasi metode konvergensi cahaya dan metode penjejak matahari. Metode konvergensi cahaya dilakukan dengan media lensa fresnel dan metode penjejak matahari dilakukan dengan Motor DC berbasis waktu. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yang berlokasi di Kampus Telkom University, Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan kedua metode tersebut berhasil meningkatkan daya keluaran PV pada hari pertama sebesar 6,7882 watt atau 68%. Pada hari kedua berhasil meningkatkan daya keluaran PV sebesar 7,8655 watt atau 79%. Pada hari ketiga berhasil meningkatkan daya keluaran PV sebesar 6,9700 watt atau 70%. Jadi, rata-rata kenaikan daya keluaran PV yang dilengkapi dengan kombinasi metode konvergensi cahaya dan metode penjejak matahari pada penelitian ini adalah sebesar 7,20789 watt atau 72%. Kata kunci—photovoltaic, konvergensi cahaya, penjejak matahari, lensa fresnel, motor DC.References
[1] S. N. Utami, “Letak Astronomis Indonesia dan Wilayahnya,” kompas.com, 2021. https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/20/132227269/letak-astronomis-indonesia-dan-wilayahnya (accessed Jul. 07, 2022).
[2] S. P. Listrik et al., “Analisis Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Di Indonesia,” pp. 43–52.
[3] R. Arif Nugroho and M. Facta, “Memaksimalkan Daya Keluaran Sel Surya Dengan Menggunakan Cermin Pemantul Sinar Matahari (Reflector),” Univ. Diponegoro, 2014.
[4] M. A. Saputra, M. F. Azis, E. A. Sinuraya, N. A. Firdaus, Rizky Nafiar Rafiandi, and D. F. U. Putra, “Inovasi Peningkatan Efisiensi Panel Surya Berbasis Fresnel Solar Concentrator Dan Solar Tracker,” in Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional Program Kreativitas Mahasiswa, 2014, vol. 5, no. 2, pp. 40–51.
[5] A. Tianto et al., “Meningkatkan Daya Output Panel Surya Dengan Sun Tracker Berbasis Waktu,” 2019.
[6] G. Sutarso Putra and W. Dwiono, “Rancang Bangun Penjejak Matahari 2 Sumbu Menggunakan Data Rtc ( Real Time Clock ) Untuk Panel Surya,” vol. 21, no. 2, pp. 91–98, 2020, [Online]. Available: http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/Techno.
[7] B. Yuliarto, “Solar Cell, Sumber Energi Terbarukan Masa Depan,” www.esdm.go.id, 2012. https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/solar-cell-sumber-energi-terbarukan-masa-depan#:~:text=Solar cell merupakan pembangkit listrik,serta jumlahnya yang sangat besar. (accessed Jul. 11, 2022).
[8] D. Kho, “Pengertian Sel Surya (Solar Cell) dan Prinsip Kerjanya,” teknikelektronika.com. https://teknikelektronika.com/pengertian-sel-surya-solar-cell-prinsip-kerja-sel-surya/ (accessed Jul. 11, 2022).
[9] M. Khumaidi Usman, “Analisis Intensitas Cahaya Terhadap Energi Listrik Yang Dihasilkan Panel Surya,” J. POLEKTRO J. Power Elektron., vol. 9, no. 2, 2020, [Online]. Available: http://ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/powerelektro.
[10] “Pengamatan Magnet Bumi,” http://stageof.tangerang.bmkg.go.id/. http://stageof.tangerang.bmkg.go.id/?page_id=107#:~:text=Sudut Deklinasi adalah sudut antara utara sebenarnya dan jarum kompas atau utara magnet (accessed Jul. 11, 2022).
[13] “Sudut Deklinasi.” https://www.pveducation.org/id/pvcdrom/sudut-deklinasi (accessed Jul. 11, 2022).
[14] C. Honsberg, “Kalkulator Posisi Matahari,” pveducation.org. https://www.pveducation.org/id/pvcdrom/kalkulator-posisi-matahari (accessed Jul. 28, 2022).



