Sistem Kendali Pada Hybrid Blimp Drone Menggunakan Metode Pid
DOI:
https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18514Abstract
Abstrak—Teknologi pesawat tanpa awak atau biasa disebut UAV(Unmanned Aerial Vehicle) mampu dikendalikan baik secara manual atau autonomous (otomatis) dari jarak jauh. Pada penelitian kali ini drone quadcopter dikonfigurasikan dengan balon PVC transparan ukuran 24 inch dan disebut dengan nama blimp drone. Lalu pada penelitian drone ini diimplementasikan blimp drone menggunakan konfigurasi drone quadcopter dengan tambahan balon PVC ukuran 24 inch tanpa rangka sebagai efisiensi terhadap daya angkat selain dari tiap motor brushless nya. Lalu dalam penelitian kali ini metode yang digunakan dalam pengujian yakni metode PID Fine Tuning pada tiap pengujiannya, hal ini bertujuan agar mendapatkan nilai kestabilan terhadap balon agar dapat stabil pada saat diketinggian tertentu. Dalam metode Fine Tuning terhadap PID disini dilakukan dengan mencoba mendapatkan nilai terbaik dari respon tiap gerakannya. Dan dari hal tersebut pada penelitian kali ini penulis dapat membuktikan dengan adanya balon disini blimp berfungsi hingga mengefisiensi terhadap daya angkat hingga 11.15% hanya dengan ukuran balon 24 inch atau 69,96cm diameter lingkar. blimp drone dapat dijalankan dengan stabil terhadap ketinggian dan mampu mempertahankan ketinggian 5 meter selama setidaknya 10 detik dan dijalankan secara autonomous sekalipun. Kata kunci— fine tuning, uav, altitude, bicopter, blimp drone, autonomous.References
[1] M. Rana and M. Shahidul Islam, “Designing Approach of Blimp for a Hybrid VTOL Aerial Robot.”
[2] D. A. Sarafconn, D. I. Lanier, and M. D. Menghini, “Development of an Autonomous Blimp,” 2012. [Online]. Available: https://digitalcommons.wpi.edu/mqp-all/2918
[3] Q. Tao, J. Tan, J. Cha, Y. Yuan, and F. Zhang, “Modeling and Control of Swing Oscillation of Underactuated Indoor Miniature Autonomous Blimps,” 2021.
[4] Agus et al., “RANCANG BANGUN QUADCOPTER DENGAN KENDALI PID.”
[5] A. A. K. , dan S. J. Seto P., “Perancangan dan Implementasi Sistem Kendali PID untuk Pengendalian Gerakan Hover pada UAV Quadcopter,” 2012.
[6] dan K. Bekti Yulianti, “Analisis Motor pada Quadcopter.”
[7] A. F. dan S. N. Harista, “Sistem Navigasi Quadcopter dan Pemantauan Udara,” 2018.
[8] D. Ika Suryanti, “Inertial Measurement Unit (IMU) pada Sistem Pengendali Satelit,” 2017
[9] D. Arief and R. Kurniawan, “Sistem Navigasi pada Balon Udara Menggunakan GPS dan Kontrol Logika Fuzzy,” 2016.
[10] M. Khaery et al., “Design of Air Pressure Measuring Devices Using a Barometric Pressure 280.”
[11] H. B. Aditya, “Navigasi Waypoint dan Pengambilan Gambar Otomatis pada Quadcopter,” 2021.
[12] B. Y. Suprapto, M. A. Heryanto, H. Suprijono, J. Muliadi, and B. Kusumoputro, “Design and development of heavy-lift hexacopter for heavy payload,” in Proceedings - 2017 International Seminar on Application for Technology of Information and Communication: Empowering Technology for a Better Human Life, iSemantic 2017, Jul. 2017, vol. 2018-January, pp. 242–246. doi: 10.1109/ISEMANTIC.2017.8251877
[13] A. M. Handayani and I. N. Rifa, “Sistem Ground Control Station Berbasis Mobile untuk Pengamatan dan Pengendalian UAV.”
[14] Y. Aditya, B. Irawan, and R. Erfa Saputra, “Perancangan dan Implementasi Sistem Kendali Penerbangan Quadcopter Berbasis PID Menggunakan GPS dan Komunikasi LORA pada Pencarian Pendaki Gunung yang Hilang”.



