Simulasi Penerjemah SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) Menggunakan Tensorflow Dan Convolutional Neural Network (CNN)
DOI:
https://doi.org/10.34818/eoe.v9i6.19146Abstract
Abstrak—Bahasa Isyarat biasanya digunakan oleh penyandang disabilitas tunarungu untuk berkomunikasi dengan orang lain. Permasalahan yang sering terjadi dalam komunikasi menggunakan bahasa isyarat adalah ketika orang belum mengerti berkomunikasi dengan penyandang disabilitas tunarungu. Penelitian ini membuat simulasi penerjemah SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) secara realtime dan non realtime. Dataset (kumpulan gambar bahasa isyarat) total 1200 gambar untuk 6 kelas huruf (A, B, C, D, E, dan F). Kemudian dataset dipisahkan untuk pelatihan 90% dan evaluasi 10%. Sebelum pelatihan dengan model, dataset dianotasikan perkelasnya. Model pelatihan yang digunakan yaitu SSD MobileNet V2. Dataset dilatih dengan 3 skema yaitu 10.000 step untuk skema 1. 20.000 step untuk skema 2. 30.000 step untuk skema 3. Setelah dilatih model akan dievaluasi untuk membangun model predeksi deteksi. Terakhir membuat program deteksi secara realtime dan non realtime. Dalam penelitian ini hasil yang dicapai bahwa simulasi berkerja dengan baik. Rata-rata tingkat klasifikasi realtime 91% dan tingkat klasifikasi non realtime 60%. Berdasarkan hasil pelatihan dan evaluasi untuk semua skema menghasilkan rata-rata learning rate 0,068 iteration/steps, rata-rata total loss 0,32 , rata-rata loss localization 0,067, rata-rata loss classification 0,13, mAP 0,75, dan mAR 0,78. Berdasarkan hasil tersebut sudah cukup baik dalam menerjemahkan Bahasa isyarat. Kata kunci — SIBI, Deteksi Objek, Tuna Rungu, Tensorflow, SSD MobileNet V2, CNNDownloads
References
[1] Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia, "Sistem Isyarat
Bahasa Indonesia (Profil)," Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, 30
September 2020. [Online]. Available: https://pmpk.kemdikbud.go.id/sibi/profil. [Accessed 12
September 2022].
[2] A. Ahmad, "Mengenal Artificial Intelligence, Machine Learning, Neural Network, dan Deep
Learning," 2017.
[3] M. Sandler, "MobileNetV2: Inverted Residuals and Linear Bottlenecks," 2019.
[4] W. Liu, D. Anguelov, D. Erhan, C. Szegedy, S. Reed, C.-Y. Fu and A. C. Berg, "SSD: Single
Shot MultiBox Detector," 2016.
[5] J. Brownlee, "What is the Difference Between a Batch and an Epoch in a Neural Network?,"
Machine Learning Mastery, 5 August 2022. [Online]. Available:
https://machinelearningmastery.com/difference-between-a-batch-and-an-epoch/. [Accessed
10 August 2022].
[6] S. R. DEWI, "DEEP LEARNING OBJECT DETECTION PADA VIDEO
MENGGUNAKAN TENSORFLOW DAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK,"
2018.
[7] Y. (. Liu and S. Mehta, Hands-On Deep Learning Architectures with Python, Birmingham:
Packt Publishing Ltd., 2019.
[8] J. Hui, "mAP (mean Average Precision) for Object Detection," medium, 7 May 2018.
[Online]. Available: https://jonathan-hui.medium.com/map-mean-average-precision-forobject-detection-45c121a31173. [Accessed 2 December 2021].
[9] COCO Consortium, "Detection Evaluation," COCO Common Object in Context, [Online].
Available: https://cocodataset.org/#detection-eval.
[10] S. Yohanandan, "mAP (mean Average Precision) might confuse you!," Towards Data Science,
9 June 2020. [Online]. Available: https://towardsdatascience.com/map-mean-averageprecision-might-confuse-you-5956f1bfa9e2. [Accessed 30 November 2021].
[11] A. Wibowo, C. A. Hartanto and P. W. Wirawan, "Android skin cancer detection and
classification based on MobileNet v2 model," International Journal of Advances in Intelligent
Informatics, vol. 6, no. 2, pp. 135-148, July 2020.



