Analisis Pembuatan Elektrolit Dengan Panel Surya

Authors

Abstract

Abstrak – Penggunaan baterai konvensional mempunyai dampak negatif yang serius terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.Hal ini termasuk menimbulnya emisi beracun selama produksi dan pembuangan limbah, kerusakan ekosistem, dan masalah kesehatan seperti gangguan saraf dan pernapasan,mencemari lahan pertanian dan sumber air, sehingga menyebabkan keracunan makanan dan air minum.Oleh karena itu, diperlukan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan untuk mennyelesaikan permasalahan tersebut.Salah satu solusi tersebut ialah dengan menggunakan baterai aluminium udara. Baterai aluminium udara merupakan salah satu solusi penyimpanan energi yang memiliki potensi karena bahan yang melimpah dan harga yang murah. Elektrolit yang digunakan terdiri dari larutan air laut,garam laut,garam dapur dan garam bata sebagai media penggerakan ion antara katoda dan anoda . Parameter yang mempengaruhi kinerja baterai seperti fluks, tegangan, arus,pH dan TDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya dapat menyediakan energi yang cukup untuk proses elektrolisis meskipun terdapat tergantung pada kondisi cuaca dan lokasi geografis. Nilai fluks tertinggi ada pada garam dapur dengan nilai 89416 lux serta menghasilkan arus dan tegangan sebesar 3,7 a dan 20,01 V. Semakin tinggi nilai fluks,maka semakin cepat proses elektrolisis. Untuk mengelektrolisis 1 larutan membutuhkan waktu 10 – 15 menit. Proses elektrolisis dimulai dari pukul 13.00 dan berakhir pada pukul 15.00. Larutan air yang telah di elektrolisis nantinya akan digunakan sebagai air elektrolit baterai.PH larutan menunjukan konsentrasi ion hidrogen dan oksigen pada larutan. Larutan garam laut memiliki tingkat pH lebih tinggi dibandingkan larutan. Sebelum dielektrolisis larutan garam laut memiliki nilai pH 7,6 lalu setelah dielektrolisis larutan garam laut memiliki nilai pH 10,1 . TDS menunjukkan jumlah padatan di dalam larutan. TDS pada larutan garam laut sebelum elektrolisis memiliki nilai TDS 8305 dan setelah dielektrolsis nilai TDS larutan garam laut sebesar 9625 ppm.

Kata kunci – Baterai alumunium udara, elektrolit, elektrolisis, panel surya,pH,TDS,Fluks

References

Dewa, Aloisius Wisnu Lalita dan Priyo Sasmoko, 2016, ALAT UKUR TDS (TOTAL DISSOLVED SOLID) AIR GARAM DENGAN RESISTIF SEBAGAI INDIKATOR, Diponegoro: [2] Raymond Chang, Kimia Dasar Jilid 2,(Jakarta: Erlangga),hlm. 219 [3]Riyanto, Elektrokimia dan Aplikasinya, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), hlm. 2 [4]. Kadir, A 2015, Buku Pintar Pemrograman Arduino, Penerbit Mediacom, Yogyakarta [5]. Wikipedia.org. Solar Cell. http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_cell. Disunting tanggal 22 November 2007. [6] MUHAMMAD IHZA, 2019, ANALISIS PENGGUNAAN AIR ELEKTROLIT PADA SEL ELEKTROLISIS DAN SEL GALVANI SEBAGAI PENYIMPAN DAYA LISTRIK, Universitas Telkom, Bandung [7] Dewa, Sasmoko Priyo, 2016, ALAT UKUR TDS (TOTAL DISSOLVED SOLID) AIR GARAM DENGAN RESISTIF SEBAGAI INDIKATOR, GEMA TEKNOLOGI,Dipenogoro [8] Afdal, Irwan Fadhilah, 2016, Analisis Hubungan Konduktivitas Listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan Temperatur pada Beberapa Jenis Air, Universitas Andalas, sumatera Barat [9] Kurniawan, Ekki, et al. "ELEKTROLISIS UNTUK PRODUKSI AIR ALKALI DAN ASAM DENGAN SUMBER ENERGI MODUL SEL SURYA." Seminar Nasional Kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2018.

Published

2024-10-01

Issue

Section

Program Studi S1 Teknik Elektro