Analisis Teknis Dan Operasional Pengaruh Jenis Kabel Serat Optik Terhadap Sla Layanan Internet: Perbandingan ADSS Dan Drop Wire

Authors

Abstract

Dalam era digital saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang cepat dan stabil terus meningkat sehingga membuat penyedia layanan internet (ISP) membangun infrastruktur jaringan yang terhindar dari gangguan layanan. Gangguan layanan internet dapat mengganggu aktifitas pelanggan sehingga dapat mempengaruhi SLA (Service Level Agreement) sebagai penilaian kinerja layanan ISP kepada pelanggan. Salah satu indikasi gangguan yang terjadi adalah putusnya kabel. Agar ISP dapat memenuhi SLA, diperlukan strategi yang tepat dari sumber referensi mengenai pemilihan kabel optik yang optimal. Penulis membuat penelitian tentang perbandingan penggunaan kabel optik. Pada penelitian ini, kabel optik yang digunakan adalah kabel ADSS (All-Dielectric Self-Supporting) dan kabel DW (Drop Wire). Harapannya dapat digunakan oleh ISP, penelitian ini juga dapat digunakan untuk masyarakat dan pelajar sebagai sumber pengetahuan tentang kabel optik sehingga dapat meminimalisir terjadinya gangguan layanan. Perbandingan antara kedua kabel tersebut didasarkan pada parameter data pengukuran redaman, splice loss, dan MRTG (Multi Router Traffic Grapher), dan presentase SLA. Pada pengumpulan data parameter, lokasi penelitiannya adalah desa Cibiru Hilir dan desa Pangauban yang menggunakan kabel DW serta desa Lengkong dan desa Cinunuk menggunakan kabel ADSS. Hasil pengujian redaman, Splice Loss dan MRTG menjadi dasar perhitungan presentase SLA. Pada lokasi penggunaan kabel DW secara berturut-turut adalah 98.86% dan 96.06% sedangkan pada kabel ADSS 98.5% dan 100.0%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kabel ADSS lebih optimal pada implementasi infrastruktur jaringan sehingga dapat menjaga SLA.  Kata kunci—ADSS, Drop Wire, Redaman, Splice Loss, MRTG, SLA

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Wismiana, Kamil, dan Zuhdi. Perencanaan Penjaluran Jaringan Fiber Optic Pada Kluster Perumahan. JET Jurnal Elektro Teknik. Volume 1, No.2, September 2021, pp. 28-37.

[2] Nurwijaya, Herlangga, Dan Simangunsong. Analisis Gangguan dan Identifikasi Kabel Fiber Optic Menggunakan OTDR di OTB Cirebon-Brebes R4. JITET (Jurnal Informatika Dan Teknik Elektro Terapan). Vol. 12 No. 2, Pissn: 2303-0577 Eissn: 2830-7062. 02 April 2024.

[3] PT ICON+: Standar Konstruksi Dan Instalasi Fiber Optic di Infrastruktur Ketenaga Listrikan PLN. Bab II Pengenalan Infrastruktur Telekomunikasi Pada Instalasi PLN. Jakarta. 2015.

[4] Rahmat, Dedik. Perancangan Kabel Fiber Optik Tipe Adss (All Dielectric Self Supporting) Untuk PT Indonesia Comnets Plus. Karya Ilmiah – TA (D3), Jurusan Teknik Telekomunikasi Akademi Teknik Telekomunikasi Sandhy Putra Jakarta, 2006.

[5] Jeffri, Hartanto, Santosa. Analisis Power Link Budget Pada Jaringan FTTH di Kelurahan Jatirasa Bekasi. JITET (Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan). Vol. 12 No. 3S1, pISSN: 2303-0577 eISSN: 2830-7062. 12 Oktober 2024.

[6] Fadila, W.A., Aini, Q., dan Wahyudi, F. A. Perkembangan Teknologi Pemanfaatan Fiber Optik Dalam Industri Telekomunikasi Untuk Koneksi Jaringan. Jurnal Pendidikan Fisika, Vol. 8(2) 2024, hal 309-320.

[7] Humas PT. Indonesia Comnets Plus, “Pengenalan Infrastruktur Telekomunikasi Pada Instalasi PLN”, Standar Konstruksi Dan Instalasi Fiber Optic. Jakarta: PT. Indonesia Comnets Plus, Bab II. 2019.

[8] Sumirat, I., & Hadi, M. F. (2022). Desain dan Pengujian Kabel ADSS untuk Aplikasi FTTH di Jaringan Tegangan Menengah. Jurnal Elektro, 15(2), 55–62.

[9] Fardani, A. S., & Neforawati, I. (2019). Instalasi Kabel Fiber Optic dan Perangkat Switch untuk Layanan Internet Menggunakan Metode CWDM oleh PT XYZ. Jurnal Multinetics, 5(1).

[10] Lee, J., & Han, K. (2018). A Study on SLA Monitoring in Optical Networks.

[11] Wibowo, R. A., & Nugroho, H. (2020). Analisis SLA dalam Jaringan FTTH pada Penyedia Layanan Internet. Jurnal Teknologi Informasi, 6(2), 45–52.

[12] Firdaus, R., Arifin, M. Z., and Hamzah, S. Performansi Jaringan Fiber Optik dari Segi Redaman dan Bandwidth pada PT Telkom Indonesia. Jurnal Rekayasa Elektrika, vol. 3, no. 2, pp. 74–79, 2015.

[13] D. Rahmat, "Analisis Kualitas Sambungan Kabel Fiber Optic Menggunakan Metode Mechanical Splicing dan Fusion Splicing," Jurnal Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung, vol. 15, no. 1, pp. 21–26, 2020.

[14] A. Widodo and B. Prasetya, “Analisis Pengukuran Redaman dan Splice loss pada Kabel Serat Optik Menggunakan OTDR,” Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, vol. 10, no. 2, pp. 111–118, 2023.

[15] D. Mulyanto and M. Wibowo, “Pengukuran Loss Kabel FO Menggunakan OPM dan OLS pada Jaringan FTTH,” Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, vol. 11, no. 1, pp. 22–29, 2023.

[16] BuyRouterSwitch. (n.d.). FiberHome S5800-28T-X-AC network switch Managed L2/L3. Diakses dari: https://buyrouterswitch.com/s5800-28t-x-ac-price.html. [Access on 11 April 2025, 12:01:42 WIB]

[17] G-PON. Diakses dari: https://en.wikipedia.org/wiki/GPON. [Access on 19 April 2025, 06.53 WIB]

[18] Mengenal Access Point: Fungsi, Konfigurasi, dan Keamanannya dalam Jaringan Wi-Fi. Diakses dari: https://uinsa.ac.id/blog/mengenal-access-point-fungsi-konfigurasi-dan-keamanannya-dalam-jaringan-wi-fi. [Access on 19 April 2025, 06.30 WIB.

Published

2025-08-01

Issue

Pages

5339-5349

Section

Prodi S1 Teknik Telekomunikasi - Kampus Purwokerto

How to Cite

Sahala, F., Gusti Amri Ginting, J., & Khair, F. (2025). Analisis Teknis Dan Operasional Pengaruh Jenis Kabel Serat Optik Terhadap Sla Layanan Internet: Perbandingan ADSS Dan Drop Wire. EProceedings of Engineering, 12(4), 5339-5349. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/engineering/article/view/27388