Penerapan Ergonomi Dalam Desain Fasilitas Kerja Pada UMKM Tempe Desa Pliken
Abstract
Proses produksi tempe terdiri dari berbagai aktivitas kerja manual yang berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal pada pekerja, mengevaluasi tingkat risiko ergonomi pada setiap tahapan proses produksi, serta merancang perbaikan alat kerja guna menurunkan risiko tersebut. Metode penelitian yang digunakan meliputi kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal dan Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai risiko postur kerja. Hasil pengolahan NBM menunjukkan bahwa keluhan paling dominan dirasakan pada bagian pinggang, punggung, dan lutut. Penilaian REBA terhadap enam aktivitas kerja menunjukkan bahwa aktivitas pencucian, penirisan, dan pemindahan kedelai memiliki tingkat risiko tertinggi dengan skor 13. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan perancangan ulang alat bantu kerja denganmenerapkan prinsip antropometri dan penambahan trolley lift. Hasil evaluasi ulang menggunakan metode REBA menunjukkan penurunan skor risiko yang signifikan dari 13 (risiko tinggi) menjadi tiga (risiko rendah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perancangan ulang alat kerja efektif dalam mengurangi risiko ergonomi dan berpotensi menurunkan keluhan muskuloskeletal pekerja.
Kata kunci — Ergonomi, Nordic Body Map, REBA,Musculoskeletal Disorders.



