Analisis Penentuan Strategi Perbaikan Penerapan GMP (Good Manufacturing Practice) Menggunakan Metode AHP-TOPSIS di Rumah Produksi Kripik Tempe PT XYZ
Abstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik tempe memiliki peran penting dalam penyediaan pangan, sehingga penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) menjadi krusial untuk menjamin mutu dan keamanan produk. Namun, implementasi GMP pada UKM masih belum optimal dan memerlukan evaluasi serta penentuan prioritas perbaikan yang tepat. Penelitian ini dilakukan guna mengevaluasi tingkat penerapan GMP, mengidentifikasi aspek yang belum memenuhi standar, serta menentukan strategi prioritas perbaikan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini terdiri atas observasi, wawancara, dokumentasi, serta penilaian checklist GMP oleh expert, serta analisis prioritas menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) berdasarkan penilaian tiga stakeholder dengan kriteria cost, effectiveness, dan feasibility. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GMP masih tergolong belum optimal dengan beberapa aspek yang memiliki tingkat penyimpangan signifikan. Berdasarkan analisis AHP - TOPSIS, prioritas strategi perbaikan meliputi peningkatan komitmen manajemen dan monitoring GMP, kerja sama dengan laboratorium eksternal untuk uji mutu, serta penjadwalan dan pengendalian sanitasi rutin. Kesimpulannya, penerapan GMP memerlukan perbaikan terarah yang berfokus pada aspek manajerial, pengujian mutu, dan sanitasi untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk secara berkelanjutan. Kata kunci — AHP - TOPSIS, GMP, Keamanan Pangan, Keripik Tempe, TOPSIS, UKM Pangan.
Downloads
References
[1] M. Fauzan, “Jumlah UMKM Indonesia Capai 66 Juta pada 2023,” goodstats, hal. 3, 2025.
[2] N. L. Richard, L. F. Pivarnik, C. Von Achen, dan A. J. Kinchla, “Increasing Food Safety Preparedness of Small and Emerging Food Businesses with Targeted Food Safety Training,” Food Prot. Trends, vol. 43, no. 4, hal. 292–303, 2023, doi: 10.4315/FPT-22-031.
[3] N. E. Hasibuan, A. Azka, dan A. E. Rohaini, “PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) TUNA (Thunnus sp.) LOIN BEKU DI PT. TRIDAYA ERAMINA BAHARI,” Aurelia J., vol. 2, no. 1, hal. 53, 2020, doi: 10.15578/aj.v2i1.9491.
[4] D. A. A. Surya, I. Zuraida, B. F. Pamungkas, I. Irawan, dan I. Kusumaningrum, “Penerapan Sistem Good Manufacturing Practices (GMP) Pada Proses Pembekuan Ikan Layur DI CV. Sinar Harapan Berau,” Jambura Fish Process. J., vol. 6, no. 1, hal. 1–14, 2023, doi: 10.37905/jfpj.v6i1.18082.
[5] M. Harisudin, R. K. Adi, dan R. Aulia, “Application of Analytical Hierarchy Process ( AHP ) in Determining the Development Strategy of Tempeh Processed Product,” vol. 13, no. 1, hal. 283–288, 2023.
[6] K. Komala, R. Dewanti-hariyadi, dan N. Wulandari, “Ketersediaan Tempe yang Menerapkan Cara Produksi Pangan yang Baik di Jabodetabek serta Pengetahuan Konsumen untuk Membelinya,” J. Mutu Pangan, vol. 11, no. 1, hal. 1–10, 2024, doi: 10.29244/jmpi.2024.11.1.1.
[7] N. P. Kurnia, A. Bachtiar, dan K. Asmara, “Potensi Produk Ekspor Keripik Tempe di Pasar Global,” Ilm. Wahana Pendidik., vol. 9, no. 21, hal. 460–466, 2023.
[8] R. Njatrijani, “Pengawasan Keamanan Pangan,” Law, Dev. Justice Rev., vol. 4, no. 1, hal. 12–28, 2021, doi: 10.14710/ldjr.v4i1.11076.
[9] M. Agustin, “Penerapan Good Manufacturing Practices (Gmp) Pada Usaha Pembuatan Bawang Goreng (Studi Kasus Pada Ikm Jakarta Pusat),” J. Kalibr. Karya Lintas Ilmu Bid. Rekayasa Arsitektur, Sipil, Ind., vol. 3, no. 1, hal. 37–46, 2020, doi: 10.37721/kalibrasi.v3i1.640.
[10] R. N. Dewi dan I. K. T. Agustria, “Analisis Penerapan Standard Sanitation Operation Procedure (SSOP) pada Proses Pembekuan Cumi-Cumi (Loligo vulgaris),” in Proceedings: Vocational Seminar - Marine & Inland Fisheries 1st, 2024, hal. 53–61.
[11] A. Wuriandari, H. S. Kasjono, dan S. Sudaryanto, “Penerapan Standard Sanitation Operational Procedure ( SSOP ) d i Industri Susu CV ‘ X ’ Tahun 2023 : Studi Kasus,” vol. 4, no. 2, hal. 106–111, 2023.
[12] A. Ardhanawinata, I. Irawan, H. Pagoray, B. F. Pamungkas, dan I. Zuraida, “Penerapan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) Pada Proses Pembuatan Amplang di BDS Snack Balikpapan, Kalimantan Timur,” Media Teknol. Has. Perikan., vol. 11, no. 1, hal. 18–24, 2023.
[13] C. Rozali, A. Zein, dan S. Farizy, “Penerapan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk Pemilihan Penerimaan Karyawan Baru,” JITU J. Inform. Utama, vol. 1, no. 2, hal. 32–36, 20223, doi: https://doi.org/10.55903/jitu.v1i2.153.
[14] R. R. Menon dan V. Ravi, “Using AHP-TOPSIS Methodologies in The Selection of Sustainable Suppliers in An Electronics Supply Chain,” Clean. Mater., vol. 5, no. August, hal. 100130, 2022, doi: 10.1016/j.clema.2022.100130.
[15] R. I. Wardani, I. Santoso, dan R. Septifani, “Determination of Risk Minimization Strategy For Herbal Drink Production with GMP Approach Using Scoring and AHP,” J. Teknol. Pertan., vol. Special Is, no. Februari, hal. 63–74, 2023.



