Human Reliability Assessment pada UMKM Eyelash Kenandra Berbasis Peran Gender
Abstrak
Stigma masyarakat yang menyatakan bahwa pekerja di industri bulu mata palsu hanya bisa dan mampu dilakukan oleh pekerja perempuan. Namun sebelumnya tidak ada yang mengetahui sebenarnya bagaimana jika yang bekerja di industri bulu mata palsu adalah pekerja laki-laki. Penelitian ini menelaah faktor-faktor pembentuk keberhasilan seseorang saat bekerja di industri bulu mata palsu. Bagaimana tingkat kehandalan pekerja perempuan dan pekerja laki-laki yang dilihat dari tingkat HEP (Human Error Probability). Hasil yang didapatkan adalah lebih tinggi nilai HEP pekerja perempuan daripada pekerja laki-laki. Selain itu, didapatkan faktor-faktor pembentuk keberhasilan pekerja dalam proses produksi bulu mata palsu. Adapun beberapa faktor tersebut dapat dilihat dari level PSF (Performance Shaping Factor) yang ada. Level PSF yang ada pada setiap pekerja akan menjelaskan seberapa handal atau kemungkinan error pada setiap pekerja. Kata kunci— Human reliability assessment, Human error probability, Performance shaping factor, SPAR-H, Fault tree analysis, Peran gender.
Unduhan
Referensi
[1] A. P. S. Melati, I. C. Fabian, dan V. Chandrarianto,
Ketenagakerjaan,= Sumedang, 2023. [Daring].
Tersedia pada:
https://www.researchgate.net/profile/IrvelFabian/publication/374898815_URGENSI_PEMER
ATAAN_PERAN_GENDER_DALAM_KETENA
GAKERJAAN_DI_INDONESIA/links/653402bd24
bbe32d9a598a4a/URGENSI-PEMERATAANPERAN-GENDER-DALAMKETENAGAKERJAAN-DI-INDONESIA.pdf
[2] R. Safaruddin,
antara Pengusaha dengan Pekerja Wanita dalam
Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang
Ketenagakerjaan atas Pemutusan Hubungan Kerja
(PHK) Secara Sepihak,= SELISIK, vol. 6, no. 2, 2020.
[3] H. T. Phuong dkk.,
resilience, and gender: An intersectional analysis of
Vietnam’s forest-dependent communities,= Environ.
Dev., vol. 52, no. August, hal. 101072, 2024, doi:
10.1016/j.envdev.2024.101072.
[4] A. R. P. Pradita dan P. Handoyo,
Perempuan dalam Memperjuangkan Hak-Hak
Normatif pada PT Gorom Kencana Surabaya,=
Paradigma, vol. 10, no. 1, 2021.
[5] Y. Nuraeni dan I. L. Suryono,
Gender dalam Bidang Ketenagakerjaan Di
Indonesia,= Nakhoda J. Ilmu Pemerintah., vol. 20,
no. 1, hal. 68–79, 2021, doi:
10.35967/njip.v20i1.134.
[6] R. Q. Idris dan S. Aisyah,
terhadap Penempatan Jabatan Struktural Perspektif
Hukum Islam,= Shautuna J. Ilm. Mhs. Perbandingan
Maz. dan Huk., hal. 743–756, 2021, doi:
10.24252/shautuna.v2i3.22855.
[7] T. Tobirin, M. Darwin, dan A. Widaningrum,
Antagonisme Industri Rambut Dan Bulu Mata Palsu
Di Kabupaten Purbalingga,= PALASTREN J. Stud.
Gend., vol. 10, no. 2, hal. 25, 2018, doi:
10.21043/palastren.v11i1.3311.
[8] N. D. Kurniasari,
Pekerjaan,= PAMATOR, vol. 8, no. 1, hal. 47–54,
2015.
[9] F. D. Aisyah dan S. Oktavilia,
Produktivitas Tenaga Kerja Wanita Pada Industri
Rambut Palsu,= Indones. J. Dev. Econ., vol. 3, no. 3,
hal. 894–907, 2020.
[10] M. Munfahiq,
Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau Dari
Jenis Kelamin Dan Kemampuan Matematika,=
Universitas Muhammadiyah Gresik, 2020.
[11] I. S. Febriani,
Maskulin Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani,=
Tsaqofah, vol. 19, no. 1, hal. 45, 2021, doi:
10.32678/tsaqofah.v19i1.5298.
[12] K. Alavi, M. Eftekhar, dan A. H. Jalali Nadoushan,
Roles in Iranian Patients with Gender Identity
Disorder,= Sex. Med., vol. 3, no. 4, hal. 261–268,
2015, doi: 10.1002/sm2.79.
[13] S. Glim, A. Körner, H. Härtl, dan R. Rummer,
ERP indices of gender-biased processing elicited by
generic masculine role nouns and the feminine–
masculine pair form,= Brain Lang., vol. 242, no. July,
2023.
[14] Z. A. Nurudin, T. Rapini, dan T. H. Abrianto,
Perputaran Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan
pada Pabrik Tepung Tapioka,= Bussman J. Indones.
J. Bus. Manag., vol. 3, no. 1, hal. 315–328, 2023.
[15] Y. Widharto, D. Iskandari, dan D. Nurkertamanda,
Metode Heart (Studi Kasus PT Abc),= J@ti Undip J.
Tek. Ind., vol. 13, no. 3, hal. 141, 2018, doi:
10.14710/jati.13.3.141-150.
[16] M. A. D. Pradana,
Upaya Pencegahan Kecelakaan Kapal Di Laut
Dengan Menggunakan Metode SPAR-H,=
Universitas Hasanuddin, 2020.
[17] O. Kurniawan,
Assessment dengan Metode Human Error
Assessment dan Reduction Technique di PT. Sinar
Sanata Electronic Industry di Medan,= 2022.
[18] R. maharani Ekaningtyas,
Diskriminasi Upah Gender Di Industri Manufaktur
Indonesia,= J. Ilm. Ekon. Dan Bisnis, vol. 17, no. 2,
hal. 168–175, 2020, doi: 10.31849/jieb.v17i2.4085.
[19] A. Jamaludin, Sihabudin, Nandang, A. D. Romli, dan
Y. Firmansyah,
dengan Gender Sebagai Kelompok,= Buana Ilmu,
vol. 7, no. 2, hal. 192–210, 2023.
[20] A. B. Satria,
Shopee Versi Cristiano Ronaldo di Youtube (Analisis
Semiotika Menurut Roland Barthes),= Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, 2020.
[Daring]. Tersedia pada:
https://doi.org/10.1016/j.jnc.2020.125798%0Ahttps:
//doi.org/10.1016/j.smr.2020.02.002%0Ahttp://www
.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/810049%0Ahttp://doi.wil
ey.com/10.1002/anie.197505391%0Ahttp://www.sci
encedirect.com/science/article/pii/B9780857090409
500205%0Ahttp:
[21] R. Trizudha, S. Rahayuningsih, dan A. Komari,
Sigma Studi Kasus Di PT Keong Nusantara Abadi,=
JURMATIS J. Ilm. Mhs. Tek. Ind., vol. 1, no. 1, hal.
44, 2019, doi: 10.30737/jurmatis.v1i1.1009.
[22] Han, Wenjing, Z. Zhang, dan X. Zhang,
household farmland rental behavior affect gender
differences in labor division and livelihood strategy?
Insights from the household production theory,=
Land use policy, vol. 147, 2024.
[23] S. Amir dan E. Suhartini,
Kerja Berbasis Gender,= Artik. Ilm. Has. Penelit.
Mhs., hal. 1–6, 2013.
[24] D. Rosiana,
Karyawan Dan Ibu Rumah Tangga Pada Tenaga
Kerja Wanita Di Indonesia,= MIMBAR, J. Sos. dan
Pembang., vol. 23, no. 2, hal. 271–287, 2007,
[Daring]. Tersedia pada:
https://media.neliti.com/media/publications/7341-
ID-mengatasi-konflik-peran-sebagai-karyawan-danibu-rumah-tangga-pada-tenaga-kerja.pdf
[25] G. K. Langi,
Kebiasaan Makan Kuliner Tinutuan Pada
Masyarakat Multikultural Di Kota Manado,= J.
JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiol. Agama), vol. 1,
no. 2, hal. 134–153, 2021, doi:
10.30984/jinnsa.v1i2.130.



