Sistem Pemeliharaan Kualitas Air Pada Tambak Udang
DOI:
https://doi.org/10.34818/eoe.v9i2.17725Abstrak
Abstrak Udang merupakan bagian dari sektor perikanan yang memiliki potensi untuk meningkatkan devisa negara. Indonesia memiliki fasilitas, iklim, dan sumber daya yang mumpuni sehingga peluang dalam mengembangkan budidaya udang cukup besar apalagi jika ditunjang dengan teknologi elektronika yang telah tersedia. Teknologi yang sangat berkembang saat ini dapat memudahkan dan memaksimalkan budidaya tambak udang. Salah satu alasannya adalah kualitas dan kandungan mineral terlarut pada air di tambak udang yang dapat dipantau oleh pembudidaya dimana dan kapan saja secara langsung melalui perangkat pengguna yang terkoneksi dengan internet. Parameter yang dapat dipantau oleh sistem ini yaitu suhu, total dissolved solid, dan kadar pH. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah perangkat dapat direalisasikan dan diuji langsung dalam bentuk sistem siap pakai bukan prototype dan memantau parameter kualitas air secara real time yang berpotensi untuk meningkatkan fleksibilitas kerja pembudidaya udang dengan teknologi elektronik yangtelah tersedia. Kata Kunci : Udang, tambak, budidaya, teknologi, kualitas Abstract Shrimp is part of the fisheries sector which has the potential to increase the country's foreign exchange. Indonesia has adequate facilities, climate, and resources so that the opportunity to develop shrimp farming isquite large, especially if it is supported by the latest technology. Today's highly developed technology can facilitate and maximize the cultivation of shrimp ponds. One of the reasons is the quality and content of dissolved minerals in the water in shrimp ponds which can be monitored by cultivators anywhere and anytime directly through a smart phone connected to the internet. Parameters that can be monitored by this system are temperature, total dissolved solids, and pH levels. The results obtained from this study are that the device can be realized and tested directly in the form of a ready-to-use system instead of a prototype and monitors water quality parameters in real time which has the potential to increase the flexibility of work of shrimp farmers with the latest technologyReferensi
[1] Supono, “Teknologi produksi udang,” Teknol. Produksi Udang, p. 28, 2017.
[2] H. M.Faiz Fuady, Mustofa Niti Supardjo, “Pengaruh Pengelolaan Kualitas Air Terhadap Tingkat Kelulushidupan Dan Laju Pertumbuhan Udang Vaname,” vol. 2, pp. 155–162, 2013.
[3] Y. Rahmanto, A. Rifaini, S. Samsugi, and S. D. Riskiono, “SISTEM MONITORING pH AIR PADA AQUAPONIK MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO UNO,” J. Teknol. dan Sist. Tertanam, vol. 1, no. 1, p. 23, 2020, doi: 10.33365/jtst.v1i1.711.
[4] D. T. Adin, A. Bhawiyuga, and W. Yahya, “Sistem Monitoring Parameter Fisik Air Kolam Ikan menggunakan Jaringan Sensor Nirkabel berbasis Protokol LoRa,” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 3, no. 6, pp. 5414–5420, 2019.
[5] Standar Nasional Indonesia, “UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei,” J. Akuakultur Indones., vol. SNI 8037.1, no. januari, pp. 1–11, 2014.
[6] A. Kristianto and I. Setiawan, “PENGENDALIAN pH AIR DENGAN METODE PID PADA MODEL TAMBAK UDANG Dasar Teori,” Transm. 14, (4), 2012, 122, 2012.
[7] A. Bhawiyuga and W. Yahya, “Sistem Monitoring Kualitas Air Kolam Budidaya Menggunakan Aquaculture Water Monitoring System Using Wireless Sensor,” J. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 6, no. 1, pp. 99–106, 2019, doi: 10.25126/jtiik.201961292.
[8] Zainuddin et al., “The effect combination of dosage and feeding frequency on feed conversion ratio of vaname shrimp juvenile in pond,” pp. 243–248, 2011.
[9] Supriatna, M. Mahmudi, M. Musa, and Kusriani, “HUBUNGAN pH DENGAN PARAMETER KUALITAS AIR PADA TAMBAK INTENSIF UDANG VANNAMEI ( Litopenaeus vannamei ),” J. Fhiseries Mar. Res., vol. 4, no. 3, pp. 368–374, 2020.
[10] R. Priya, P. Politeknik, and K. Malang, “Implementasi dan Pengujian Modul ESP8266 dengan Aplikasi Android MQTT-Dash pada Jaringan MQTT,” J. Ilm. Teknol. Inf. Asia, vol. 12, no. 2, 2018.



