Analisis Penggunaan Metode Adaptive 3 In 1 Message Exchange Pada Arsitektur Active-active Distributed Controller Di Jaringan Software Defined Networks
DOI:
https://doi.org/10.34818/eoe.v9i3.17981Abstrak
Abstrak
Penggunaan arsitektur Distributed Controller (active-active) dengan menggunakan asynchronous message exchange dengan metode 3 in 1 Heartbeat yaitu mengirimkan tiga pesan dan dibalas satu acknowledgment dengan menggunakan dua controller dimana controller A bertugas mengirimkan pesan dan controller B bertugas untuk membalas pesan. Dengan begitu, kedua controller tidak dapat saling bertukar peran dan memperoleh waktu failover (migration time) yang lama. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pengembangan untuk mengurangi waktu failover (migration time) dan mengurangi beban sumber daya pesan dalam melakukan pengiriman informasi pesan antara controller. Penelitian ini mengusulkan untuk menggunakan metode adaptive 3in 1 message exchange. Arsitektur tersebut memungkinkan semua controller bersifat master-master dan aktif bekerja sama untuk mengelola suatu jaringan secara bersamaan. Hasil pengujian yang dilakukan dengan metode adaptive 3 in 1 memperoleh waktu failover lebih rendah dengan selisih satu detik dan nilai CPU usage dengan selisih sebesar 1.50% lebih rendah dibandingkan dengan metode 3 in 1 heartbeat. Begitupula dengan pengujian nilai timeout tiga detik, metode adaptive 3 in 1 memperoleh selisih CPU Usage sebesar 2.15% lebih rendah dibandingkan dengan metode 3 in 1 heartbeat. Hal tersebut terjadi karena berkurangnya sumber daya pesan yang dilakukan ketika melakukan pengiriman pesan sehingga pada proses waktufailover (migration time) akan berjalan lebih cepat. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode adaptive 3 in 1 beban kerja pada masing-masing controller berkurang karena kedua controller bersifat main to main.
Kata kunci : asynchronous, distributed controller, message exchange
Referensi
[1] Hu, T., Guo, Z., Yi, P., Baker, T., & Lan, J. (2018). Multi-controller Based Software-Defined Networking: A Survey. IEEE Access, 6, 15980–15996.
[2] O. Blial, M. Ben Mamoun, and R. Benaini, “An Overview on SDN Architectures with Multiple Controllers,”
J. Comput. Networks Commun., vol. 2016, 2016.
[3] Mutiara Ramadhani Wijaya, “Analisis penggunaan Metode 3-in-1 Heartbeat pada Arsitektur Active-active Distributed Controller di Jaringan Software Defined Networks,” Program Studi Sarjana Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom Bandung, 2020.
[4] M. H. Hidayat and N. R. Rosyid, “Analisis Kinerja dan Karakteristik Arsitektur Software-Defined Network Berbasis OpenDaylight Controller,” Citee, no. 2085–6350, pp. 194–200, 2017.
[5] M.N.A. Syaehoni, “Desain Distributed Controller dengan Metode Active-Active pada Jaringan Software Define Network,” Program Studi Sarjana Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom Bandung, 2019.
[6] T. F. Oliveira and L. F. Q. Silveria, “Distributed SDN controllers optimization for energy saving,” 2019 Fourth Int. Conf. Fog Mob. Edge Comput., pp. 86–89, 2019.
[7] T. Kim, T. Koo, and E. Paik, “SDN and NFV benchmarking for performance and reliability,” 17th Asia- Pacific Netw. Oper. Manag. Symp. Manag. a Very Connect. World, APNOMS 2015, pp. 600–603, 2015.
[8] F. Fatturrahman, “SDN Controller Robustness and Distribution Framework,” 2017.
[9] A. Kondel, “Evaluating System Performance for handling scalability challenge in SDN,” pp. 594–597, 2015.
[10] F. Benamrane, M. Ben Mamoun, and R. Benaini, “New method for controller-to-controller communication in distributed SDN architecture,” Int. J. Commun. Networks Distrib. Syst., vol. 19, no.3, pp. 357–367,2017



