Pengujian Sensor Dan Pengisian Baterai Pada Sistem Turbin Angin Savonius Dengan Pemantauan Iot
Abstrak
Energi merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap peradaban manusia. Sejauh ini penggunaan energi masih mendominasi pada energi fosil sedangkan pemanfaatan energi non fosil masih rendah. Karena memiliki dampak yang serius pada lingkungan maka diperlukan alternatif pengganti bahan bakar fosil ini. Oleh karena itu penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan perlu dikembangkan seperti energi angin. Turbin angin savonius didesain agar dapat berputar dari segala arah angin. Selain itu turbin angin savonius tidak membutuhkan kecepatan angin yang besar untuk berputar, sehingga turbin angin ini cocok digunakan di indonesia yang memiliki kecepatan angin yang rendah. Sub-sistem IoT ini berperan sebagai pemantau voltase dan persentase baterai. Sensor berfungsi untuk membaca tegangan baterai yang sedang diisi. Data yang dibaca sensor diolah mikrokontroller Wemos D1 R2 yang memiliki modul ESP8266. Modul ini dapat mengirimkan data yang telah diolah ke internet dengan platform bernama ThingSpeak. Sistem dapat mengisi baterai dari kapasistas 74% sampai 90% selama +-24 menit. Generator mampu menghasilkan tegangan pada rentang 5.27 volt sampai 7.89 volt dengan arus sebesar 0.18 A sampai 0.38 A. Sehingga turbin dapat menghasilkan daya listrik sebesar 0.9 Watt sampai dengan 2.99 Watt. Penyebabnya adalah kecepatan dari turbin yang bedasarkan data memiliki kecepatan sebesar 111 Rpm sampai dengan 224 Rpm.
Kata kunci :Energi, Energi Fosil, Turbin Angin Savonius, IoT, Sensor, ThingSpeak.
Referensi
E. Maulana, E. Djatmiko, D.
Mahandika, and R. C. Putra,
Turbine for a Capacity of 100 W Informasi artikel,= vol. 3, pp. 183-190, 2021.
M. Latif,
M. T. Afif, I. Ayu, and P. Pratiwi,
BATERAI LITHIUM-ION, LITHIUMPOLYMER, LEAD ACID DAN NICKELMETAL
HYDRIDE PADA PENGGUNAAN MOBIL LISTRIKREVIEW,=
Jurnal Rekayasa Mesin, vol. 6, no. 2, pp. 95-99, 2015.
S. Sudirman and H. Santoso,
W. N. Saputra et al.,



