Perancangan Arsitektur Enterprise Sebagai Strategi Pembangunan Desa Cerdas Dalam Pelayanan Pariwisata Menggunakan Togaf Adm 9.2

Penulis

Abstrak

Abstrak—Smart village merupakan konsep pembangunan sebuah desa dengan mengintegrasikan teknologi informasi terhadap kehidupan masyarakat perdesaan. Pemanfaatan teknologi pada aspek layanan pariwisata merupakan salah satu bagian dari pengembangan smart village. Layanan pariwisata pada desa secara umumnya masih belum terintegrasi. Hal ini dapat menyebabkan tidak meratanya pelayanan pariwisata di desa. Penyelarasan teknologi informasi yang baik dapat meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata menjadi lebih efisien, dan dengan pelayanan yang baik, maka akan meningkatkan daya tarik desa terhadap calon wisatawan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan blueprint enterprise architecture pada aspek layanan wisata konsep smart village dan IT roadmap pada aspek layanan pariwisata menggunakan framework TOGAF ADM 9.2 sebagai metode penelitian dengan konsep smart village. Hasil penelitian ini berupa usulan perbaikan untuk memenuhi kebutuhan akses layanan pariwisata. Usulan tersebut kemudian dirancang menjadi IT roadmap berupa usulan pengembangan proyek dalam 4 tahun kedepan untuk implementasi pada aspek layanan pariwisata dalam mewujudkan bagian dari konsep smart village.

Kata kunci— Smart Village, Layanan Pariwisata, Enterprise Architecture

Referensi

M. M. Lankhorst, Enterprise architecture at work: Modelling, communication and analysis, fourth edition. 2017.

The Open Group, The Open Group Standard. 2018.

D. Herdiana,

Bagi Desa-Desa di Indonesia (Developing the Smart Village Concept for Indonesian Villages),= J.

IPTEKKOM J. Ilmu Pengetah. Teknol. Inf., vol. 21, no. 1, p. 1, 2019, doi: 10.33164/iptekkom.21.1.2019.1-16.

A. A. Aziiza and T. D. Susanto,

A. Hevner and S. Chatterjee, DESIGN RESEARCH IN INFORMATION SYSTEMS, vol. 28. Springer US, 2012.

Unduhan

Diterbitkan

2024-08-01

Terbitan

Halaman

4180-4184

Bagian

Program Studi S1 Sistem Informasi