Analisis Keamanan Website XYZ Kabupaten M Menggunakan Framework Issaf
Abstrak
Penelitian ini membahas keamanan Website Sistem Informasi Kerjasama Media (XYZ) milik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten M. XYZ digunakan untuk mengelola kerjasama media pemerintah secara transparan dan efisien. Sistem ini menyimpan data sensitif, namun tidak pernah dilakukan pengecekan keamanan rutin, meningkatkan risiko pencurian data. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pengujian keamanan menggunakan metode penetration testing berbasis Framework ISSAF (Information Systems Security Assessment Framework). ISSAF terdiri dari sembilan tahap, mulai dari pengumpulan informasi hingga menutupi jejak, guna mengidentifikasi kerentanan sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Website XYZ memiliki celah keamanan, seperti informasi yang mudah diakses dan port terbuka. Meski SSL/TLS dapat membantu mencegah serangan, masih terdapat risiko dengan kategori high, medium, dan low. Oleh karena itu, diberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan keamanan sistem. Dengan implementasi langkah-langkah ini, diharapkan tingkat keamanan Website XYZ meningkat, risiko pencurian data berkurang, serta kepercayaan publik terhadap layanan Kominfo semakin tinggi.
Kata Kunci: Website, Penetration Testing, ISSAF, Keamanan
Referensi
[1] D. P. Anggraeni, B. P. Zen, and M. Pranata,
analysis on websites using the information system assessment
framework (ISSAF) and open web application security
version 4 (OWASPv4) using the penetration testing method,=
Jurnal Pertahanan, vol. 8, no. 3, pp. 497–506, 2022.
[2] N. P. Bestari,
beberkan nasib data RI,= CNBC Indonesia, Jun. 26, 2024.
[Online].Available:https://www.cnbcindonesia.com/tech/20
240626155217-37-549536/pdn-tumbang-diserang-hackerkominfo-beberkan-nasib-data-ri
[3] F. N. Latifah, I. Mawardi, and B. Wardhana,
data theft (phishing) amid trends in fintech users during the
COVID-19 pandemic (study phishing in Indonesia),= Perisai:
Islamic Banking and Finance Journal, vol. 6, no. 1, pp. 74–
86, Apr. 2022, doi: 10.21070/perisai.v6i1.1598.
[4] F. Fachri,
serangan brute-force menggunakan penetration testing,=
Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, vol. 10, no.
1, pp. 51–58, 2023.
[5] A. Fajarino, Y. N. Kunang, H. M. Yudha, E. S. Negara,
and N. R. Damayanti,
pada sistem informasi akademik Universitas XYZ
Palembang,= J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan
Informatika), vol. 7, no. 2, pp. 991–1005, 2023.
[6] G. Guntoro, L. Costaner, and M. Musfawati,
keamanan web server Open Journal System (OJS)
menggunakan metode ISSAF dan OWASP (studi kasus OJS
Universitas Lancang Kuning),= JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian
Dan Pembelajaran Informatika), vol. 5, no. 1, pp. 45–55,
2020.
[7] I. U. Haq, T. A. Khan, and A. Akhunzada,
robust DL-based model for android malware detection,=
IEEE Access, vol. 9, pp. 74510–74521, 2021.
[8] F. Heiding, E. Süren, J. Olegård, and R. Lagerström,
Security, vol. 126, p. 103067, 2023.
[9] N. Herawati and V. Budiyanto,
sebuah domain menggunakan Open Web Application
Security Project (OWASP) Zap,= Jurnal Teknologi
Technoscientia, pp. 27–36, 2023.
[10] F. F. Husna and M. Mustaqim,
banking bagi anggota di KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera
Cabang Tayu,= MALIA: Journal of Islamic Banking and
Finance, vol. 4, no. 2, pp. 148–153, 2020.



