Perancangan Sistem Informasi Unit Kegiatan Mahasiswa (Ukm) Kampus Telkom Jakarta Berbasis Web Dengan Pendekatan Waterfall
Abstrak
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) memiliki peran penting dalam pengembangan soft skills, kreativitas, dan jiwa organisasi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Namun, di Telkom University Kampus Jakarta, pengelolaan data keanggotaan, dokumentasi kegiatan, serta administrasi UKM masih dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan seperti rendahnya efisiensi, keterbatasan akses informasi, dan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi UKM berbasis web guna membantu mahasiswa, pengurus UKM, dan pihak kemahasiswaan dalam mengelola aktivitas organisasi secara digital dan terintegrasi. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan UML, implementasi dengan framework Laravel, serta pengujian menggunakan metode Black Box dan User Acceptance Testing (UAT). Sistem informasi ini menyediakan fitur utama seperti pendaftaran anggota, manajemen event, unggahan dokumentasi kegiatan, pengelolaan sertifikat, serta dashboard peran pengguna yang berbeda. Selain itu, teknik Search Engine Optimization (SEO) turut diterapkan untuk meningkatkan visibilitas website dan kemudahan pencarian informasi kegiatan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu berjalan sesuai dengan kebutuhan fungsional dan memperoleh respons positif dari pengguna. Dengan adanya sistem ini, diharapkan pengelolaan UKM di Telkom University Kampus Jakarta dapat menjadi lebih efisien, transparan, profesional, serta mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan organisasi.
Referensi
[1] A. T. Zahputra, A. Eviyanti, and M. A. Rosid, “Perancangan Web Center Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Sebagai Pusat Informasi Keanggotan, Event dan Pemasaran Produk,” 2023.
[2] Y. Ariyanto, M. Farhan, F. Rachmad, and D. Puspitasari, “Laravel framework and native PHP: Comparison in the creation of rest API,” Matrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika, vol. 14, no. 2, pp. 66–73, 2024.
[3] Hidayat, P. and Azwar, M., "Visibilitas Website UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Pemeringkatan Webometrics," Tik Ilmeu: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, vol. 5, no. 1, pp. 125, 2021. [Online]. Available: https://doi.org/10.29240/tik.v5i1.2056
[4] H. Wijoyo, A. Ariyanto, A. Sudarsono, and K. D. Wijayanti, Sistem Informasi Manajemen. Penerbit Insan Cendekia Mandiri, 2021.
[5] G. Booch, J. Rumbaugh, and I. Jacobson, The Unified Modeling Language User Guide. 2005.
[6] T. Huang, “FEAD: Figma-Enhanced App Design Framework for Improving UI/UX in Educational App Development,” 2024. [Online]. Available: http://arxiv.org/abs/2412.06793
[7] A. R. Idauli, E. Fitri, and Supriyono, “Keterampilan Non Teknis Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia,” AoEJ: Academy of Education Journal, vol. 12, pp. 311–321, 2021.
[8] K. E. Kendall, “Systems Analysis and Design,” Sustainability (Switzerland), vol. 11, no. 1, 2019. [Online]. Available: http://scioteca.caf.com/
[9] K. R. P. H. Leung and W. L. Yeung, “Generating user acceptance test plans from test cases,” in Proc. Int. Comput. Softw. Appl. Conf. (COMPSAC), vol. 2, pp. 737–742, 2007. [Online]. Available: https://doi.org/10.1109/COMPSAC.2007.125
[10] D. Maharani, F. Helmiah, and N. Rahmadani, “Penyuluhan Manfaat Menggunakan Internet dan Website Pada Masa Pandemi Covid-19,” Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika, vol. 1, no. 1, pp. 1–7, 2021. [Online]. Available: https://doi.org/10.25008/abdiformatika.v1i1.130
[11] M. Mintarsih, “Pengujian Black box Dengan Teknik Transition Pada Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Dengan Metode Waterfall Pada SMC Foundation,” Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Bisnis, vol. 5, no. 1, pp. 33–35, 2023. [Online]. Available: https://doi.org/10.47233/jteksis.v5i1.727
[12] R. Mishra, “Software Engineering,” U.S. Woman Engineer, vol. 37, no. 2, pp. 7–11, 1991. [Online]. Available: https://doi.org/10.1145/311963.312025
[13] N. S. Mokodompit, “Organisasi Kemahasiswaan Berbasis Web,” Jurnal, vol. 4, no. 2, pp. 113–122, 2024.
[14] R. S. Pressman and B. R. Maxim, Software Engineering: A Practitioner’s Approach, 8th ed. 2020. [Online]. Available: https://doi.org/10.1016/0264-682x(84)90024-8
[15] W. W. Royce, “Managing the Development of Large Software Systems (1970),” in Ideas That Created the Future, MIT Press, pp. 321–332, 2021. [Online]. Available: https://doi.org/10.7551/mitpress/12274.003.0035
[16] I. Sommerville, Software Engineering, 10th ed. 2007. [Online]. Available: https://doi.org/10.1109/9780470187562.ch8
[17] Ranking Web of Universities, “Webometrics Ranking of World Universities,” [Online]. Available: http://www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia?sort=asc&order=World%20Rank. [Accessed: Jan. 8, 2025].
[18] L. Chan, “Supporting and Enhancing Scholarship in the Digital Age: The Role of Open-Access Institutional Repositories,” Canadian Journal of Communication, vol. 29, no. 3–4, pp. 277–300, 2004. [Online]. Available: https://doi.org/10.22230/cjc.2004v29n3a1455



