Perancangan Sistem Penilaian Kinerja pada Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT XYZ Menggunakan Metode Balanced Scorecard dan Analytical Hierarchy Process
Abstrak
PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di industri perkebunan kelapa sawit. Saat ini, penilaian kinerja pada PT XYZ masih berfokus pada aspek keuangan dan pencapaian produksi, sehingga belum mampu menggambarkan kinerja perusahaan secara menyeluruh dalam mendukung pencapaian strategi, visi, dan misi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penilaian kinerja perusahaan yang terintegrasi dan komprehensif menggunakan metode Balanced Scorecard dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian diawali dengan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan, dilanjutkan dengan perumusan strategi perusahaan. Strategi tersebut kemudian dipetakan ke dalam empat perspektif Balanced Scorecard, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Selanjutnya, disusun strategic objectives dan Key Performance Indicators (KPI) yang selaras dengan strategi perusahaan. Pembobotan tingkat kepentingan perspektif dan KPI dilakukan menggunakan metode AHP berdasarkan penilaian pemangku kepentingan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penilaian kinerja yang dirancang terdiri atas 10 strategi, 12 strategic objectives, dan 13 Key Performance Indicators. Hasil pembobotan AHP menunjukkan bahwa perspektif keuangan memiliki bobot tertinggi sebesar 42,6%, diikuti oleh perspektif proses bisnis internal sebesar 34,3%, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran sebesar 17,1%, serta perspektif pelanggan sebesar 6,3%. Hasil simulasi penilaian kinerja pada perspektif finansial menunjukkan bahwa kinerja perusahaan secara umum berada pada kategori baik, meskipun indikator pertumbuhan EBITDA masih memerlukan perhatian lebih lanjut. Sistem penilaian kinerja yang dirancang diharapkan dapat membantu manajemen dalam mengevaluasi kinerja perusahaan secara objektif dan mendukung pengambilan keputusan strategis.
Kata kunci— Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, Key performance Indicators, Analytical Hierarchy Process
Referensi
A. Azhar, M. Nuryadin, and I. Fahmi, "Penerapan standar sertifikasi perkebunan sawit berkelanjutan ISPO dan RSPO di Indonesia," Jurnal Agribisnis Indonesia, vol. 11, no. 1, pp. 45–56, 2023.
V. Gaspersz, Sistem Manajemen Kinerja Terintegrasi: Balanced Scorecard dengan Six Sigma. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2012.
R. S. Kaplan and D. P. Norton, The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Boston: Harvard Business School Press, 1996.
R. S. Kaplan and D. P. Norton, The Strategy-Focused Organization: How Balanced Scorecard Companies Thrive in the New Business Environment. Boston: Harvard Business School Publishing Corporation, 2001.
A. E. Muntafa and H. Mubarok, "Penerapan metode Analytical Hierarchy Process dalam sistem pendukung keputusan," Jurnal Siliwangi, vol. 3, no. 2, pp. 192–201, 2017. (Catatan: Kata "Kaplan" di awal nama pada draf asli Anda telah dihapus karena tampakah seperti kesalahan salin).
L. L. Nahulae, A. N. Daulay, and I. Harahap, "Performance evaluation of a palm oil factory using the balanced scorecard approach," Journal of Applied Business Administration, vol. 9, no. 1, pp. 232–249, 2025, doi: 10.30871/jaba.9601.
P. R. Niven, Balanced Scorecard Step-by-Step: Maximizing Performance and Maintaining Results, 2nd ed. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons, 2006.
D. Parmenter, Key Performance Indicators: Developing, Implementing, and Using Winning KPIs. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons, 2010.
T. L. Saaty and L. G. Vargas, Models, Methods, Concepts, and Applications of the Analytic Hierarchy Process. New York: Springer, 2012.
H. Weihrich, "The TOWS matrix: A tool for situational analysis," Long Range Planning, vol. 15, no. 2, pp. 54–66, 1982.



