Analisis Kecukupan Pencahayaan Alami Pada Ruang Pameran Bandung Technopark Sesuai Standar Dokumen Ies-lm-83-12 Spatial Daylight Autonomy (sda) Dan Annual Sunlight Exposure (ase)
DOI:
https://doi.org/10.34818/eoe.v6i2.9573Abstrak
Abstrak
Dalam melakukan pengukuran kualitas pencahayaan alami, diperlukan metode yang sangat berbeda dari ketika melakukan pegukuran pada pencahayaan buatan / lampu. Pada pencahayaan buatan, satuan average illuminance merupakan nilai yang sangat berguna untuk dijadikan output kesimpulan, namun satuan tersebut menjadi kurang berarti apabila diimplementasikan pada pencahayaan alami. Karena nilai illuminance pada pencahayaan alami merupakan hal yang dinamis/berubah-ubah setiap waktu, maka performansi pencahayaan alami juga perlu didefinisikan sepanjang waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa variasi metode perhitungan pencahayaan alami sudah banyak diusulkan untuk mengatasi ketidakmampuan dalam menghitung performa pencahayaan alami yang dinamis, namun dari sekian banyak metode, Dokumen LM-83-12 dari IES (Illuminance Engineering Society) diakui sebagai metode perhitungan paling mutakhir. IES LM-83-12 dibuat untuk menciptakan deretan metrik yang mampu untuk mendeskripsikan apakah performa pencahayaan alami pada suatu ruangan dikatakan layak atau tidak melalui dua sub metode yaitu SDA (Spatial Daylight Autonomy) & ASE (Annual Sunlight Exposure). Secara sederhana, metode ini memadukan input penting seperti geometri bangunan, data langit, serta arah garis matahari yang akan disimulasikan menjadi sebuah nilai lux (illuminance) pada titik tertentu setiap jam selama 1 tahun penuh. Nilai illuminance yang didapat nantinya akan diolah menjadi sebuah kriteria preferensi yang memperhatikan dua aspek utama yaitu kecukupan & kenyamanan (visual comfort). Kata Kunci: knalpot, transfer matriks, algoritma genetika, rugi transmisi, matlab. Abstract Assessing the dynamic qualities of a daylit space requires different methods of assessment than those that have been developed for a space that is electrically lighted. With electric lighting, average illuminance is a significant and useful metric. However, in a daylit space, average illuminance has less meaning. Because daylight illumination levels are dynamic, the performance of daylight needs to be considered over time. Over the last few decades a variety of new daylighting metrics have been proposed to overcome the inability of older metrics to assess these dynamic condition. However, from several method, IES-LM-83-12 is believed to be the most up-to-dated method. IES LM-83-12 was created to develop new suite of metrics that are able to describe whether the performance of Daylighting in a room is consider to be feasible or not through two sub-methods called SDA (Spatial Daylight Autonomy) & ASE (Annual Sunlight Exposure). Simply, this method integrate some important inputs such as weather data, solar path and building geometry which will be simulated into a lux value at a certain point on every hour for one year. The illuminance value obtained will then be processed into a preference criteria at two main aspect based on sufficiency & visual comfort. Keywords: muffler, transfer matrix, genetic algorithm, transmission loss, matlab



