Evaluasi Metode Prediksi Rugi Kalor Pada Plat Yang Terisolasi

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.34818/eoe.v6i2.9608

Abstrak

Abstrak Penelitian ini bertujuan agar dapat memprediksi koefisien rugi kalor maksimum pada permukaan dengan melakukan variasi ketebalan dan suhu heater dan mengetahui besar temperatur permukaan setelah diisolasi. Dalam penelitian ini digunakan plat yang terisolasi secara horizontal dengan metode simulasi dan eksperimen. Untuk bahan plat digunakan stainles steal dan Untuk insulasi digunakan polyfoam. Eksperimen dilakukan dengan 2 variasi ketebalan yaitu 2cm dan 4cm. Pengambilan data diambil satu persatu dengan variasi suhu 35-100℃ hingga mencapai steady state. Data-data yang diambil diantaranya temperatur permukaan, perpindahan kalor dan nilai rugi kalor. Berdasarkan hasil simulasi dan eksperimen didapatkan bahwa dengan semakin besar ketebalan maka rugi kalor yang dihasilkan semakin kecil. nilai rugi kalor(Q) data real lebih besar dibandingkan data simulasi, pada tebal 2 cm rugi kalor maksimal sebesar 0,353 J dengan temperatur 39,7℃. Sedangkan data real rugi kalor sebesar 0,37 J dengan temperatur 41,6℃. Pada tebal 4cm data simulasi rugi kalor maksimal sebesar 0,21 J dengan temperatur 36,06℃ dan untuk data real rugi kalor maksimum 0,22 J dengan temperatur 36,7℃.

Kata kunci : rugi kalor,ketebalan,simulasi,eksperimen. Abstract This research aims to predict the maximum heat loss coefficient on the surface by varying the thickness and temperature of the heater and knowing large surface temperature after isolation. The study used a horizontally insulated plate with simulated and experimental methods. For the plate material used stainles steal and for insulating used polyfoam. The experiment was done with 2 thickness variations of 2cm and 4cm. Data retrieval is taken one by one with a variation of temperature 35-100 °c to reach steady state. The data is taken including surface temperature, heat transfer and the value of heat loss. Based on simulated results and experiments gained that with greater thickness the resulting heat loss is smaller. the value of heat loss (Q) of real data is greater than the simulation data, at 2 cm thick the maximum heat loss is 0.353 J with a temperature of 39.7 ℃. While the heat loss data is 0.37 J with a temperature of 41.6 ℃. At 4cm thick the maximum heat loss simulation data is 0.21 J with a temperature of 36.06 ℃ and for real data the maximum heat loss is 0.22 J with a temperature of 36.7 ℃.

Keywords: heat loss, thickness, simulation, experiment.

Diterbitkan

2019-08-01

Terbitan

Bagian

Program Studi S1 Teknik Fisika