Deteksi Influenza Berdasarkan Heart Rate Steps, Dan Resting Heart, Heart Rate Menggunakan Multi-Layer Perceptron
Abstract
Abstrak— Menurut Michael K.Abraham Influenza itu memiliki tiga jenis yaitu (A, B dan C) yang di subtipekan berdasarkan permukaannya, ada protein yang Bernama neuraminidase (N) dan ada juga yang Bernama hemagglutinin (H) di tipe A dan B, untuk fusi hemagglutinin-esterase pada tipe C. Influenza A mempunyai dua subtype dan yang untuk saat ini subtypenya lebih dominan beredar kepada manusia, termasuk (H1/N1) dan (H3/N2).[1] Dalam sepuluh tahun trakhir ini, pencari kegiatan yang bisa dikenakan semakin populer buat memantau detak jantung heart rate (HR). Tetapi heart rate (HR) tidak bisa menggunakan tafsirkan tanpa konteks yang benar. Nilai heart rate (HR) terukur 70 bpm bisa dianggap tinggi buat seorang atlet ketika tidur, atau rendah buat seseorang yang umumnya tidak berlatih, setelah berjalan jauh.[7] Dalam penelitian tugas akhir ini penulis menggunakan algortima Multi-layer Perceptron (MLP) ialah ANN (Artificial Neural Network) pada perceptron. Yang berbentuk ANN (Artificial Neural Network) feedforward memakai satu atau lebih hidden layer. Data yang di gunakan dalam penelitian ini merupakan sebuah alat wearable device sebagai jam tangan. Dari penelitian yang sudah di lakukan yang menggunakan algoritma Multi-Layer Perceptron, peneliti mendapatkan accuracy pada pasien 1 yaitu 66% dan untuk pasien 2 yaitu 81%. Sehingga dapat di simpulkan bahwan system ini berjalan sesuai dengan tujuan.
Kata kunci— Influenza, Heart rate, Deteksi influenza, TimeSeries Heart rate, Multi-Layer perceptron
References
[1]. Michael K. Abraham, M. J. (2015). The Journal of
Emergency Medicine. Influenza in the emergency
department: vaccination, diagnosis, and treatment:
clinical practice paper approved by America Academy
of Emergency medicine clinical guidelines
committee.
[2]. Allief Nashrullah, Supriyono, Muhammad Kharis,=
Pemodelan sirs untuk penyakit influenza dengan
vaksinasi pada populasi manusia tak konstan=, ,
Semarang, 2013
[3]. Jianping Daia, L. G. (2018). Inhibition of curcumin on
influenza A virus infection and influenzal pneumonia
via oxidative stress, TLR2/4, p38/JNK MAPK, and
NF-κB pathways. International
Immunopharmacology.
[4]. Vm Vashishtha, A Kalra And P Choudhury (2013).
Influenza Vaccination in India: Position Paper of
Indian Academy of Pediatrics. Indian Pediatrics
[5]. Davide Morelli, L. B. (2019). A computationally
efficient algorithm to obtain an accurate and
interpretable model of the effect of circadian rhythm
on resting heart rate. Institute of Physics and
Engineering in Medicine.
[6]. Allison Russell, C. H. (2019). Investigation of an
estimate of daily resting heart rate using a consumer
wearable device. 1.
[7]. Fauzan Akmal Mahdi, C. A. (2021). Pengaruh
Principal Component Analysis terhadap Akurasi
Model Machine Learning dengan Algoritma Artificial
Neural Network untuk PrediksiKebangkrutan
Perusahaan. Seminar Nasional Mahasiswa Ilmu
Komputer dan Aplikasinya (SENAMIKA), 111.
[8]. Tommy Ferdian Hadimarta, R. R. (2020).
Implementasi Multilayer Perceptron Pada Jaringan
Saraf Tiruan Untuk Memprediksi Nilai Valuta Asing.
Journal of Information Technology, 3.
[9]. Sharfina Faza1, Ajulio Padly Sembiring2. (2021).
Klasifikasi Kecambah Mangrove Menggunakan
Multi-Layer Perceptron.
[10]. Xinyang Deng,Qi Liu, Yong Deng, Sankaran
Mahadevan. (2014).A belief-based evolutionarily
stable strategy



