Persepsi Mantan Penari Sintren Terhadap Tari Sintren

Michelle Jody, Ira Dwi Mayangsari

Abstract

Abstrak Kesenian Sintren yang berasal dipesisir utara yang menyambungkan Jawa Tengah dan Jawa Barat, antara lain di Cirebon, Kuningan, Indramayu, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Pekalongan. Kesenian Sintren mempunyai keistimewaan sendiri dalam pertunjukannya yaitu didasari dengan sang penari Sintren diharuskan seorang gadis dalam keadaan suci agar roh bidadari dapat masuk ke tubuh sang penari sehingga penari bisa menari diluar kesadarannya, kepercayaan seperti ini sangat kental di kalangan masyarakat pesisiran. Perilaku trance yang terjadi pada sintren merupakan ciri khas dari kesenian ini. Dari asal usul bahasa kata Sintren merupakan persatuan dari suku kata yaitu “si†yang berarti “dia†dan “tren†yang berarti “putriâ€, namun, ada pula pendapat Sintren berasal dari kata Sintiran atau Santiran yang merupakan sejenis permainan rakayat yang memuat unsur-unsur hal magis. Selain asal usul arti kata Sintren, sampai saat ini latar belakang tari Sintren menimbulkan berbagai praduga tentang asal usul dan perkembangannya. Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dan disimpulkan menjadi sebuah informasi serta penafsiran pesan dalam hal ini objek yaitu tari Sintren. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui persepsi mantan penari sintren terhadap tari Sintren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus Stake dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan persepsi berbeda-beda yang disebabkan oleh pengalaman, pengetahuan yang dimiliki akan Sintren dan hal yang menarik perhatian setiap informan
Kata Kunci: Kesenian, Tari, Sintren, Persepsi


Abstract Sintren is an art originating from the northern coastal region that connects West Java and Central Java, including Cirebon, Kuningan, Indramayu, Jatibarang, Brebes, Pemalang, and Pekalongan. Sintren Art has its own privileges in the show which is based on the Sintren dancer required that a girl be in a pure state so that the spirit of the angel can possess the dancer's body so that the dancer can dance outside her consciousness, this kind of belief is very strong among the coastal society. Trance behavior that occurs in sintren is a characteristic of this art. The word Sintren is a union of syllables namely "si" which means "she" and "tren" which means "girl", however, there is also an opinion the word Sintren comes from the word Sintiran or Santiran which is a kind of folk games that contains elements of magical things. Besides the origin of the meaning of the word Sintren, up to this point the Sintren dance background still have various presumptions about its origin and development. Perception is the experience of objects, events or relations that are obtained and concluded to be an information and interpretation of messages, in this case the object is the Sintren dance. In this case, researcher wants to understand the perception of former sintren dancer towards Sintren dance. This study uses a qualitative approach through the Stake case study method with data collection techniques conducted by interviews. The results of this study shows that the perceptions different due to the experience and knowledge about Sintren and the things that attract the attention of each informant. Keywords: Art, Dance, Sintren, Perception

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0