Representasi Multikultural Dalam Iklan Go-Jek Di Youtube Versi “Cari Pahalaâ€

Amanda Kirana Utami, Idola Perdini Putri

Abstract

Abstrak Saat ini YouTube dinilai efektif sebagai media penyampaian pesan iklan, karena untuk menyaksikan sebuah konten di dalam YouTube pengguna akan disuguhkan terlebih dahulu iklan yang biasanya dapat dilewati setelah lima detik pertama bahkan hingga durasi iklan tersebut habis. Hal ini tentu saja membererikan keuntungan bagi pengiklan, karena penonton dituntut untuk menyaksikan iklan tersebut sebelum menyaksikan konten video. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan tahun 2018, PT. GO-JEK Indonesia membuat iklan Ramadan versi “Cari Pahalaâ€, dan memilih YouTube sebagai media penyampaian pesan iklannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi multikultural tataran denotasi, konotasi, dan mitos pada iklan GO-JEK versi “Cari Pahalaâ€. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruktivisme dengan Teknik analisis data menggunakan semiotika Roland Barthes. Dalam menguji keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber berupa adegan yang terdapat dalam iklan GO-JEK versi “Cari Pahala†dan referensi ilmiah terkait serta relevan dengan penelitian. Hasil Penelitian pada tataran denotasi, terdapat elemen yang paling dominan, yaitu elemen audio dari voice over dalam iklan ini. Pada tataran konotasi, elemen yang paling dominan adalah tampilan fisik dan komunikasi verbal. Serta mitos yang terbentuk, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, iklan GO-JEK versi “Cari Pahala†mempresentasikan multikultural.
Kata kunci : Representasi, Multikultural , Iklan YouTube, Semiotika Roland Barthes.

Abstract These days YouTube is an effective media to deliver advertising message, because to watch a video in YouTube, people need to see advertising video first that can be skipped in 5 seconds or you have to watched it until the end. This thing is a huge advantage for an advertiser, because the audience have to see advertising first before the video that they choose. GO-JEK Indonesia company created ramadhan advertising version back in 2018 “Cari Pahala†and choosing YouTube as a medium to deliver the messages. This research aims to knowing multicultural reprsentation level connotation, denotation, myth in GO-JEK advertising “Cari Pahala†version using qualitative method. The paradigm in this research is constructivism with semitoc by Roland Barthes analysis technique. This research also used a few scene in GO-JEK advertising “Cari Pahala†as triangulation sourcue to find out data validation. The result of this research shows that the denotation level in this advertising is audio of voice over is the most dominant element, at the connotation level psysical appearance and verbal communication is the most dominant element, and also the myth formed is Bhinneka Tunggal Ika. The results of the research shows that GOJEK advertising “Cari Pahala†version representing multicultural.
Key Word: Representation, multicultural, YouTube Advertisement, Roland Barthes’ Semiotic

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0